India Tanggapi Skeptis Pakistan yang Klaim Menahan 100 Anggota Kelompok Ekstremis

Kompas.com - 09/03/2019, 16:26 WIB
Ilustrasi militer India tengah berlatih untuk parade. ShutterstockIlustrasi militer India tengah berlatih untuk parade.

NEW DELHI, KOMPAS.com —  India akan tetap menempatkan pasukannya untuk melakukan penjagaan secara ketat guna mengantisipasi serangan baru dari Pakistan.

New Delhi juga kembali memperingatkan Islamabad untuk mengambil tindakan nyata terhadap kelompok-kelompok militan yang berada di wilayah negaranya.

Kedua negara saat ini tengah lebih tenang setelah ketegangan yang terjadi pekan sebelumnya menyusul saling tuduh dan saling serang menggunakan jet tempur yang dipicu aksi teror bom bunuh diri di wilayah Kashmir India yang menewaskan 40 anggota paramiliter.

Serangan teror bom bunuh diri tersebut diklaim dilakukan oleh kelompok militan Jaish-e-Mohammad yang berbasis di Pakistan dan dikenal sebagai kelompok anti-India.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri India menanggapi dengan skeptis laporan otoritas Pakistan yang mengklaim telah meningkatkan tindakan keras terhadap kelompok ekstremis.

Baca juga: Pakistan Tangkap Tersangka Kunci Serangan Bom Bunuh di India Kashmir

"Islamabad sedang dalam penolakan atas bentuk dukungan yang diberikannya kepada kelompok-kelompok yang dituduh melancarkan serangan di India," kata Raveesh Kumar, dalam konferensi pers, Sabtu (9/3/2019).

"Angkatan bersenjata kami akan terus mempertahankan penjagaan ketat dan akan tetap bertekad untuk membela bangsa dan rakyatnya. Kami telah dan akan terus bertindak dengan penuh tanggung jawab dan kedewasaan," katanya dikutip AFP.

India mengaku curiga dengan pernyataan Pakistan bahwa mereka telah menangkap dan menindak kelompok Jaish-e-Mohammad yang bertanggung jawab atas serangan di Kashmir bulan lalu.

Islamabad telah mengumumkan bahwa mereka telah menahan lebih dari 100 anggota kelompok ekstremis, termasuk JeM.

Namun, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi dalam wawancara televisi baru-baru ini juga telah membantah bahwa JeM bertanggung jawab dalam serangan di Kashmir India.

Juru bicara India mengatakan, keberadaan kamp-kamp teroris yang luas di Pakistan telah menjadi rahasia umum, baik di dalam maupun di luar Pakistan.

"Ini menunjukkan bahwa Pakistan telah gagal mengambil tindakan yang dapat dipercaya terhadap Jaish-e-Mohammad ataupun organisasi teroris lain, yang beroperasi dengan kebebasan dari Pakistan," kata Kumar.

Baca juga: Pakistan Tangkap Lebih dari 100 Tersangka Anggota Kelompok Ekstremis



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X