Turki dan Rusia Mulai Patroli Gabungan di Idlib

Kompas.com - 08/03/2019, 22:19 WIB
Iring-iringan kendaraan lapis baja berbendera Turki terlihat di zona demiliterisasi di Idlib, Suriah utara, Jumat (8/3/2019). AFP / OMAR HAJ KADOURIring-iringan kendaraan lapis baja berbendera Turki terlihat di zona demiliterisasi di Idlib, Suriah utara, Jumat (8/3/2019).

ANKARA, KOMPAS.com - Otoritas Turki bersama dengan Rusia dilaporkan telah memulai patroli gabungan di wilayah Idlib, Suriah barat laut, pada Jumat (8/3/2019).

Patroli gabungan itu sebagai realisasi dari kesepakatan yang telah dicapai kedua negara dengan rezim Suriah pada tahun lalu. Demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Turki.

Provinsi Idlib yang dikendalikan kelompok pemberontak telah terhindar dari ancaman serangan besar-besaran yang dilancarkan pasukan pro-pemerintah Bashar al-Assad, setelah dicapai perjanjian untuk membentuk zona demiliterisasi dengan Rusia dan Turki pada September tahun lalu.

"Hari ini, patroli Rusia akan dimulai di luar Idlib di wilayah perbatasan, (sementara) patroli angkatan bersenjata Turki akan dimulai di zona demiliterisasi," kata Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, dikutip AFP.

Baca juga: Pemberontak Suriah Selesai Tarik Senjata Berat dari Garis Depan Idlib

"Pembatasan untuk penggunaan wilayah udara Idlib dan Afrin juga telah dicabut mulai hari ini," imbuh Akar dalam wawancara dengan kantor berita Anadolu.

Idlib merupakan wilayah besar terakhir yang dikuasai oleh pemberontak di Suriah dan dikendalikan oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS), bekas kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Kelompok HTS telah mengambil alih pemerintahan untuk seluruh wilayah Idlib pada Januari lalu.

Rusia telah lama menjadi sekutu kuat rezim Bashar al-Assad, sementara Turki merupakan pendukung kelompok pemberontak Suriah.

Meski berada di pihak yang berlawanan dalam konflik Suriah, namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitra Rusianya, Vladimir Putin, bekerja sama dalam upaya mengakhir peperangan di Suriah.

Seorang koresponden AFP di Suriah, pada Jumat, telah melihat sekitar 10 kendaraan lapis baja di sebuah ruas jalan di wilayah pedesaan di barat Provinsi Aleppo.

Sementara Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, pasukan Turki sedang bersiap untuk melakukan patroli di daerah yang bersangkutan dengan perjanjian Rusia-Turki.

"Pasukan Turki di Suriah di titik pengamatan yang tersebar di Aleppo, Hama, Idlib dan lereng pegunungan Latakia, sedang bersiap untuk melakukan patroli di area implementasi perjanjian Putin-Erdogan," kata organisasi pengawas Suriah yang berbasis di Inggris itu.

Baca juga: Ribuan Pengungsi Suriah Dikabarkan Mulai Kembali ke Idlib

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X