Thailand Siap Uji Coba Minyak Ganja untuk Tujuan Medis

Kompas.com - 08/03/2019, 18:30 WIB
Ilustrasi ganja medis. SHUTTERSTOCKIlustrasi ganja medis.

BANGKOK, KOMPAS.com - Otoritas Thailand siap memulai uji coba penggunaan minyak ganja untuk tujuan medis, setelah parlemen mengesahkan pelegalan ganja medis pada Desember tahun lalu.

Tanaman ganja telah digunakan sebagai obat-obatan tradisional di Thailand selama berabad-abad, namun telah dilarang penggunaannya sejak beberapa dekade lalu.

Baru pada Desember tahun lalu, parlemen Thailand yang dipimpin junta militer melegalkan penggunaan ganja untuk tujuan medis.

Dengan pengesahan itu, Thailand telah menjadi negara Asia Tenggara pertama yang melegalkan penggunaan ganja medis namun masih melarang pemakaian untuk tujuan rekreasional.

Baca juga: Terungkap, Modus Penyelundupan 30 Kg Ganja dengan Bungkus Kopi

Disampaikan Nuntakan Suwanpidokkul, direktur penelitian dan pengembangan di Organisasi Farmasi Pemerintah (GPO), uji coba klinis untuk minyak ganja terhadap pasien akan dimulai pada awal Juli mendatang.

Uji coba akan menggunakan ekstrak yang akan diberikan kepada relawan pasien yang mengalami mual dan nyeri akibat kemoterapi, selain juga terhadap pasien lainnya.

"Kami akan menggunakan tanaman ganja untuk mengekstraksi minyal menjadi produk jadi. Kami mengharap dapat memulai pada Juli atau Agustus," kata Nuntakan kepada AFP.

Produk minyak ganja yang digunakan tersebut didatangkan dari perkebunan tertutup yang dikelola pemerintah, yang telah dibuka sejak bulan lalu di pinggiran Bangkok.

Perkebunan yang dikelola pemerintah itu memiliki sekitar 140 tanaman ganja yang dibudidayakan menggunakan sistem aeroponik.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand telah mengumumkan amnesti selama 90 hari dimulai pada bulan Maret, bagi warga Thailand yang ingin mendeklarasikan penggunaan ganja untuk alasan medis.

Sejumlah negara telah melegalkan penggunaan ganja medis, termasuk Kanada, Australia, Israel, dan lebih dari separuh negara bagian di AS.

Perusahaan penelitian pasar yang berbasis di AS, Grand View Research, memperkirakan pasar global untuk ganja medis dapat mencapai 55,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 799 triliun) pada 2025.

Baca juga: 4 Orang Masuk Rumah Sakit Usai Makan Kue Ulang Tahun Bertabur Ganja



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X