Obat Suntik Diduga Bikin Narapidana Tersiksa, Eksekusi Tiga Terpidana Mati Ditunda

Kompas.com - 08/03/2019, 15:46 WIB
Ilustrasi eksekusi suntik mati. ShutterstockIlustrasi eksekusi suntik mati.

COLUMBUS, KOMPAS.com - Pemerintah Negara Bagian Ohio AS memutuskan untuk menunda eksekusi tiga terpidana mati setelah muncul kekhawatiran akan obat suntik yang digunakan dapat membuat narapidana tersiksa.

Gubernur Negara Bagian Ohio, Mike DeWine, telah menunda eksekusi untuk tiga terpidana mati yang telah dijadwalkan pada Mei mendatang, setelah keluarnya putusan pengadilan yang menyebutkan bahwa penggunaan midazolam, obat penenang yang dipakai dalam eksekusi, dapat menyebabkan rasa sakit dan menyiksa.

"Gubernur DeWine mengeluarkan keputusan penangguhan hukuman, karena menilai sangat tidak mungkin bahwa protokol eksekusi negara bagian yang baru, yang masih dalam tahap pengembangan, dapat siap digunakan pada tanggal eksekusi yang telah dijadwalkan," kata kantor gubernur dalam pernyataannya, Kamis (7/3/2019), dikutip AFP.

Baca juga: Tolak Suntik Mati, Terpidana di AS Pilih Dieksekusi Pakai Kursi Listrik

Kantor gubernur mengutip putusan hakim federal Michael Merz pada Januari lalu, yang menyatakan bahwa ditemukan bukti bahwa obat midazolam dapat menyebabkan efek "waterboarding" dari edema paru-paru.

"Waterboarding" adalah salah satu teknik penyiksaan yakni dengan menutup saluran pernapasan dengan kain dan menyiramkan air sehingga mensimulasikan efek tenggelam.

Sedangkan edema paru-paru adalah istilah medis yang menggambarkan penumpukan cairan di paru-paru.

Ketiga terpidana mati yang ditangguhkan eksekusinya yakni Cleveland Jackson, Kareem Jackson, dan Gregory Lott.

Penggunaan midazolam sebagai obat penenang dalam eksekusi suntik mati mulai digunakan di tujuh negara bagian di AS setelah obat yang digunakan sebelumnya menjadi semakin sulit diperoleh.

Namun penggunaan midazolam ini telah menjadi subjek tantangan hukum karena dianggap tidak cukup kuat untuk membuat tahanan tidak sadar selama proses eksekusi.

Ohio sempat menghentikan penggunaannya dalam eksekusi mati pada 2014, setelah eksekusi menggunakan midazolam pada terpidana mati Dennis McGuire, berakhir dengan kegagalan karena terpidana tampak menderita, hingga kesulitan bernapas selama beberapa menit.

Baca juga: Perawat Jerman Niels Hoegel Ternyata Telah Suntik Mati 90 Pasien

Pejabat pemerintah bersikeras bahwa peningkatan dosis obat akan menyelesaikan masalah dan pengadilan mengeluarkan putusan mengizinkan eksekusi suntik mati di Ohio dan mendukung penggunaan midazolam dengan dosis 50 kali lebih banyak.

Kendati demikian kekhawatiran dari penggunaan obat itu masih tetap ada. Beberapa terpidana mati akhirnya memilih eksekusi dengan kursi listrik daripada suntik mati.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X