Kompas.com - 08/03/2019, 15:35 WIB

Abdul Jasem, pengungsi lain, mengisahkan bagaimana suasana di dalam Baghouz bagaikan "bencana" layaknya neraka sejak SDF yang didukung koalisi AS membombardir.

Dia menuturkan awalnya ISIS hanya mengizinkan perempuan, anak-anak, dan anggota yang terluka untuk keluar dan mengungsi dari Baghouz.

Mereka tidak mengizinkan para pria yang berada dalam usia produktif untuk kabur, sebelum meralat dan memperbolehkan mereka untuk keluar.

Baca juga: Meski Tersudut di Pengungsian, Anggota ISIS Menolak Dianggap Kalah

Perempuan asal Irak itu mengaku harus menunggu ISIS melepaskan putranya yang berumur 20 tahun sebelum bisa kabur bersama dia dan dua adik perempuannya.

"Pria di bawah 40 tahun yang mencoba untuk melarikan diri langsung ditahan. Tetapi, baru dua hari kemarin mereka membiarkannya pergi," ujarnya.

Abu Maryam, pria asal Suriah, mengungkapkan mereka yang masih di Baghouz menggali terowongan untuk melindungi mereka dari serangan mortar hingga bom.

SDF menjelaskan kaburnya anggota ISIS itu diatur oleh sebuah jaringan yang berencana untuk menyelundupkan mereka di kawasan terpencil.

Milisi gabungan Kurdi dan Arab itu menambahkan mereka ingin memastikan seluruh warga sipil yang berhasrat pergi dari Baghouz dievakuasi sebelum mereka melancarkan serangan terakhir.

Pukulan telak bagi ISIS terjadi ketika mereka dipukul mundur oleh SDF beserta koalisi internasional dari dua ibu kota de facto mereka di Raqqa (Suriah) dan Mosul (Irak).

Baca juga: Pengantin ISIS Paling Dicari di Perancis Tewas dalam Serangan Udara di Suriah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.