Kompas.com - 07/03/2019, 13:12 WIB

DHAKA, KOMPAS.com - Ayah Shamima Begum, pengantin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), mengatakan dia menyalahkan pemerintah Inggris atas kondisi yang dialami putrinya.

Shamima kabur dari kampung halamannya di Bethnal Green dan bertolak ke Suriah bersama dua orang temannya untuk bergabung dengan ISIS pada 2015.

Baca juga: Suami Shamima Ingin Ajak Keluarga Kecilnya Pulang ke Belanda

Empat tahun berselang, remaja yang kini berusia 19 tahun itu berada di kamp pengungsian al-Hawl di Suriah dan menginginkan kembali pulang ke Inggris.

Pernyataannya yang tidak menunjukkan penyesalan bergabung dengan ISIS, termasuk mengomentari serangan di Manchester pada 2017 menimbulkan kritik dari warga Inggris.

Selain itu, Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid juga mengumumkan pencabutan kewarganegaraan kepada remaja yang baru melahirkan bayi laki-laki itu.

Sang ayah Ahmed Ali mendesak London untuk membatalkan keputusan pencabutan kewarganegaraan sehingga Shamima bisa pulang dan dihukum di sana.

Dalam wawancara dengan AP via Daily Mail Rabu (6/3/2019) dari rumahnya di Bangladesh, Ali terus menyerukan kepada pemerintah Inggris untuk membiarkan putrinya pulang.

"Jangan cabut kewarganegaraannya. Biarkan dia pulang. Jika dia bersalah, bawa dia kembali ke Inggris dan hukum dia di sana," pinta Ali.

Pria berusia 60 tahun itu lantas mengkritik Inggris yang dianggap tak serius menangani isu adanya remaja yang kabur demi bergabung dengan ISIS.

Ali yang sudah menikah dua kali di Bangladesh itu mempertanyakan juga mengapa sistem imigrasi Inggris bisa meloloskan Shamima yang saat itu masih berumur 15 tahun.

Dia berkata sistem imigrasi salah satu yang paling bagus di dunia. "Bagaimana Shamima bisa terbang ke sana? Padahal dia tidak punya paspor. Seharusnya fakta itu diselidiki juga," tegasnya.

Sebelumnya, dia sempat berujar kepada Sunday Mail bahwa dia mendukung langkah Javid untuk mencabut kewarganegaraan putrinya karena itu adalah ulahnya sendiri.

Namun, Ali meralat ucapannya dan mengklaim Inggris punya "kewajiban" untuk memulangkan Shamima.

Baca juga: Diancam Bakal Dibunuh, Shamima Dipindahkan dari Kamp Pengungsi Suriah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Daily Mail
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.