Pakistan Rilis Nama Pilot yang Tembak Jatuh Dua Pesawat Tempur India

Kompas.com - 06/03/2019, 21:57 WIB
Jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Pakistan.SHUTTERSTOCK Jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Pakistan.

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan pada Rabu (6/3/2019) merilis nama pilot yang telah menembak jatuh dua pesawat tempur India pada pekan lalu.

Pertempuran sengit di Kashmir, Himalaya, pada 27 Februari lalu berakhir dengan kedua negara saling klaim menembak jatuh jet tempur lawan.

"Dua pesawat India ditembak jatuh oleh Angkatan Udara Pakistan pada 27 Februari," kata Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi kepada parlemen, Rabu (6/3/2019).

Baca juga: Pakistan Tangkap Tersangka Kunci Serangan Bom Bunuh di India Kashmir

Melansir dari kantor berita AFP, kedua nama pilot itu adalah Pemimpin Skuadron Hassan Siddqui dan Komandan Sayap Nauman Ali Khan. Kini, pemerintah Pakistan ingin memberikan penghargaan kepada mereka.

Selama ini, Siddqui memang telah banyak disebutkan dalam berbagai komentar di media sosial. Namun, spekulasi yang beredar itu belum diverifikasi.

Pemerintah Pakistan mengatakan, satu pesawat tempurnya jatuh di perbatasan de facto yang memisahkan Kashmir. Sementara, satu jet tempur lainnya mendarat di sisi wilayah India.

Sebelumnya, India mengklaim telah menembak jatuh dua jet tempur Pakistan, sebuah pernyataan itu dibantah oleh Pakistan.

Dalam beberapa hari terakhir, hubungan kedua negara di Asia memiliki senjata nuklir tersebut memanas setelah insiden bom bunuh diri di India Kashmir, yang menewaskan 40 paramiliter India.

Kelompok militan yang berbasis di Pakistan, Jaesh-e-Mohammad, mengklaim bertanggung jawab atas ledakan 14 Februari lalu.

Selanjutnya, 12 hari kemudian jet tempur India membom kamp pelatihan teroris di wilayah terpencil Pakistan.

Otoritas Pakistan telah membantah adanya kerusakan atau korban, dan laporan independen menunjukkan serangan itu menghantam daerah berhutan lebat dengan sedikit infrastruktur di dekatnya.

Warga setempat mengatakan hanya satu orang yang terluka.

Baca juga: Terjebak Konflik, 44 Warga Malaysia Masih Tertahan di Pakistan

Hari berikutnya, pesawat tempur Pakistan memasuki wilayah udara India dan terlibat dalam pertempuran udara. Ketegangan mereda setelah Pakistan melepaskan pilot India yang sebelumnya ditangkap.

Wilayah Kashmir telah terbagi antara India dan Pakistan sejak berakhirnya pemerintahan kolonial Inggris pada 1947.

Keduanya mengklaim wilayah Himalaya secara penuh dan telah berperang dua kali untuk memperebutkannya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X