Bawa Barang Bukti Sperma, TKI di Hong Kong Jebloskan Majikannya ke Penjara

Kompas.com - 06/03/2019, 19:01 WIB
Gedung pengadilan tinggi Hong Kong. SHUTTERSTOCKGedung pengadilan tinggi Hong Kong.


HONG KONG, KOMPAS.com – Seorang tenaga kerja Indonesia di Hong Kong mendapatkan keadilan di pengadilan negeri setempat setelah pemerkosa yang sekaligus majikannya divonis hukuman penjara 11 tahun.

Seperti dilaporkan South China Morning Post, Selasa (5/3/2019), TKI yang identitasnya dirahasiakan itu berhasil menyeret majikannya ke meja hijau setelah dia menyimpan sperma  pria tersebut untuk dijadikan barang bukti. 

Penderitaan korban tidak harus menunggu lama. Baru saja memulai hari pertama bekerja pada 10 Desember 2017, majikannya yang bernama Tsang Wai-sun itu langsung melecehkannya secara seksual.

Baca juga: Muncul Pesan Berantai TKI Harus Bayar untuk Ikut Pemilu, Ini Komentar KBRI Singapura


Pelaku menghampiri korban di kamar tidurnya dan melakukan pelecehan.

"Segera tidur, saya mencintaimu," demikian kata-kata yang terlontar dari Tsang kepada korban pada malam itu.

Hanya dalam hitungan 8 hari, pelaku kembali melecehkan korban. Takut kehilangan pekerjaannya, korban tidak pernah melaporkan insiden ini kepada siapa pun.

Selang sehari kemudian, tepatnya pada 19 Desember 2017, korban yang berusia 27 tahun itu diperkosa oleh Tsang.

Pria pengangguran itu menghentikan perbuatannya ketika mendengar suara langkah istrinya yang pulang ke rumah.

Keesokan harinya pada 20 Desember 2017, korban kembali diperkosa ketika dia sedang mencuci piring. Kali ini, korban memutuskan tidak diam begitu saja.

Dia memindahkan air mani pelaku dan membawanya sebagai barang bukti ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong.

KJRI Hong Kong bergegas melaporkan tindakan pemerkosaan ini ke Kepolisian Hong Kong. Hasil identifikasi forensik mengonfirmasi, Tsang melakukan perbuatan keji tersebut.

Pelaku dalam pembelaannya membantah dakwaan. Dia menyebut korbanlah yang menggodanya terlebih dahulu. Pembelaan ini ditolak mentah-mentah oleh dewan juri pengadilan.

Baca juga: Pulang dari Malaysia, TKI Asal NTT Meninggal di NTB

“Anda telah melanggar kewajiban sebagai majikan” ucap Hakim Pengadilan Tinggi Patrick Li Hon-leung.

Patrick mengecam perbuatan Tsang sebagai tindakan yang sangat tercela karena memanfaatkan posisinya sebagai majikan.

Tsang divonis bersalah atas empat pelanggaran yaitu dua pasal perbuatan tidak senonoh serta dua pasal pemerkosaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X