AS Bakal Tambah Sanksi Korut jika Tak Segera Lucuti Senjata Nuklir

Kompas.com - 06/03/2019, 16:04 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan-jalan di tengah jeda pertemuan mereka di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, di hari kedua Kamis (28/2/2019). AFP/SAUL LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan-jalan di tengah jeda pertemuan mereka di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, di hari kedua Kamis (28/2/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) mempertimbangkan untuk menambah sanksi kepada Korea Utara ( Korut) jika tidak segera menyerahkan senjata nuklir.

Pernyataan itu disampaikan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton kepada Fox Business, dilaporkan Reuters via Straits Times Rabu (6/3/2019).

Baca juga: Korea Utara Disebut Kembali Bangun Situs Peluncuran Satelit di Sohae

Bolton mengatakannya setelah Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, pada 27-28 Februari lalu.

Setelah pertemuan dua hari di Vietnam, Bolton berkata AS bakal memperhatikan apakah Pyongyang masih berkomitmen melaksanakan denuklirisasi.

"Jika mereka tidak menyerahkan senjata nuklirnya, maka saya rasa perintah Presiden Trump sudah jelas. Sanksi ekonomi terhadap mereka tak bakal dicabut," kata Bolton.

Bahkan, lanjut politisi yang dikenal dengan pendekatan kerasnya kepada Korut di masa lalu itu berujar Washington bakal menambah sanksi.

Dalam pertemuan di Hotel Metropole Hanoi, Trump mengumumkan dia tidak mencapai kata sepakat setelah Kim meminta untuk mencabut seluruh sanksi.

Namun pernyataan Trump dalam konferensi pers tak lama setelah pertemuan dibantah Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho pada malam harinya.

Ri mengungkapkan, mereka sebenarnya hanya meminta sebagian sanksi yang dianggap menghancurkan hidup rakyat Korut dicabut.

Sebagai gantinya, mereka siap untuk menghancurkan reaktor nuklir utama Yongbyon dengan disaksikan peninjau yang dikirim AS.

Media Korea Selatan (Korsel) Yonhap dan dua lembaga think tank AS menyebut Korut tengah memulihkan situs peluncuran rudal.

Mengutip keterangan pejabat Korsel berdasarkan data Badan Intelijen Nasional (NIS), Yonhap memaparkan Korut mengerjakan situs rudal Tongchang-ri.

Tongchang-ri adalah situs yang sebelumya dijanjikan Kim dihancurkan ketika pertama kali bertemu Trump di Singapura pada 12 Juni 2018.

Baca juga: Trump Bantah Penghentian Latihan Militer Skala Besar dengan Korsel karena Korea Utara



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X