Maduro Bersumpah Bakal Hancurkan "Minoritas Gila" yang Ingin Menggulingkannya dari Kekuasaan

Kompas.com - 06/03/2019, 08:49 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018). AFP/JUAN BARRETOPresiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018).

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan dia bersumpah bakal mengalahkan oposisi yang mencoba menjungkalkannya dari kekuasaan.

Sikap Maduro itu merupakan reaksi dari pemimpin oposisi Juan Guaido yang memutuskan menentangnya, dan kembali ke Caracas pada Senin (4/3/2019).

Baca juga: Video Anak Venezuela Mengais Sampah untuk Makan Bikin Maduro Tahan Kru TV AS

Berbicara dalam peringatan enam tahun kematian pendahulu sekaligus mentor politiknya Hugo Chavez, Maduro menyatakan dia tidak akan membiarkan oposisi merajalela.

Dilansir BBC Selasa (5/3/2019), Maduro menyebut oposisi sebagai "minoritas gila" yang terus menyebarkan kebencian dan kegetiran.

"Biarkan minoritas gila itu melakukan aksinya, kita bakal menghancurkannya. Demi Chavez dan kejayaan negara ini, kita akan melakukannya," ujar Maduro.

Di depan militer Venezuela, Maduro menyerukan diadakannya pergerakan anti-imperialis untuk mengenang pergerakan Bolivarian Sabtu nanti (9/3/2019).

Perintah Maduro itu merupakan tantangan bagi Guaido yang meminta pendukungnya menggelar unjuk rasa menentang pemerintah juga di hari yang sama.

Pada Selasa yang merupakan hari libur nasional, dia bertemu dengan pimpinan serikat kerja dan berkata mereka sudah dirampas haknya.

Kepada awak media dikutip AFP, Guaido menyatakan rezim Maduro tenggelam dalam kontradiksi dan tidak tahu bagaimana menangani rakyat.

"Mereka mengira tekanan ini sudah mencapai batasnya. Padahal baru saja dimulai. Tidak ada cara lain selain mobilisasi rakyat," tegasnya.

Ekonomi yang menukik menciptakan krisis di Venezuela ketika Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Januari lalu.

Diakui sekitar 50 negara di dunia, Guaido meninggalkan Venezuela pada 22 Februari untuk menggalang dukungan guna melengserkan Maduro.

Ketika dia kembali ke Caracas dan mengabaikan ancaman penangkapan, Guaido menyerukan puluhan ribu pendukung untuk menghelat aksi demonstrasi.

Politisi berusia 35 tahun itu sudah berjanji bakal mendirikan pemerintahan transisi dan melaksanakan pemilihan baru.

Baca juga: Akibat Pertanyaan saat Wawancara Maduro, Kru Televisi AS Ditahan Lebih dari 2 Jam



Sumber BBC,AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X