Biografi Tokoh Dunia: Alessandro Volta, Fisikawan Italia Penemu Baterai

Kompas.com - 05/03/2019, 23:45 WIB
Lukisan sosok Alessandro Volta, fisikawan Italia penemu baterai modern. ENCYCLOPEDIA BRITANNICA / THINKSTOCKLukisan sosok Alessandro Volta, fisikawan Italia penemu baterai modern.

Penemuan Baterai Volta

Pada 1792, Volta mulai melakukan eksperimen listrik logam tersebut. Dikatakan bahwa dia melakukan pendetektian aliran listrik yang lemah antara lempengan logam yang berbeda dengan meletakkannya di lidah.

Volta pun menemukan bahwa jaringan makhluk hidup tidak dibutuhkan untuk menghasilkan arus listrik. Pendapat Volta memicu pertentangan antara para ilmuwan yang meyakini listrik hewan dengan mereka yang mendukungnya dalam listrik logam.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Dennir Gabor, Pelopor Teknologi Holografi

Hingga akhirnya pada 1800, Volta mengumumkan untuk pertama kalinya, sebuah baterai listrik, yang sekaligus membuktikan pendapatnya soal listrik logam.

Dikenal dengan tumpukan volta atau kolo volta, baterai listrik ciptaan Volta ini terdiri dari lempengan cakram seng dan perak yang disusun berselang-seling dengan dipisahkan kertas atau kain yang telah direndam dalam air garam atau natrium hidroksida. Terkadang juga menggunakan logam tembaga dan timah.

Baterai temuan Volta yang praktis dengan cepat menjadi terkenal dan membawa gelombang baru dalam percobaan listrik dan ilmu sains.

Seorang ilmuwan Inggris bernama William Nicholson bersama Anthony Carlisle memanfaatkan baterai "tumpukan volta" untuk mengurai air menjadi hidrogen dan oksigen, dan menemukan elektrolisis, yakni arus listrik yang memicu reaksi kimia, sehingga lahirlah bidang elektrokimia.

Penemuan Volta juga telah menarik perhatian Napoleon Bonaparte, yang lantas mengundangnya ke Institut Perancis pada 1801 untuk mendemonstrasikan baterai temuannya di hadapan anggota institut.

Pensiun dan Akhir Kehidupan

Hal itu turut membawa Volta dianugerahi banyak penghargaan, termasuk mendapat gelar kebangsawanan.

Volta pensiuin pada 1819 dan memilih untuk menetap di tanah miliknya di Camnago, Como, Italia. Dia banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga, istrinya yang bernama Teresa Peregrini, dan ketiga anak mereka, Zanino, Flaminio, dan Luigi.

Volta meninggal pada 5 Maret 1827, tak lama usai ulang tahunnya yang ke-82. Dia dimakamkan di Camnago Volta di Italia.

Atas jasa dan peranan besarnya dalam perkembangan ilmu kelistrikan, satuan listrik volt diberi nama sesuai namanya pada 1881.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Ruth Handler, Pencipta Boneka Barbie

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X