Biografi Tokoh Dunia: Alessandro Volta, Fisikawan Italia Penemu Baterai

Kompas.com - 05/03/2019, 23:45 WIB
Lukisan sosok Alessandro Volta, fisikawan Italia penemu baterai modern.ENCYCLOPEDIA BRITANNICA / THINKSTOCK Lukisan sosok Alessandro Volta, fisikawan Italia penemu baterai modern.

KOMPAS.com - Baterai merupakan salah satu penemuan manusia yang telah banyak mengubah dunia, karena mampu menjadi sumber energi listrik yang praktis meski bersifat terbatas.

Dan sosok yang berjasa dalam mengembangkan baterai modern pertama kali adalah Alessandro Volta, seorang fisikawan asal Italia yang hidup pada abad ke-18.

Tak hanya dikenal sebagai fisikawan, Volta juga adalah pakar ilmu kimia, serta salah satu pelopor kelistrikan.

Bernama lengkap Conte Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta, sang fisikawan lahir pada 18 Februari 1745 di Como, Lombardi, yang kini disebut dengan Italia.

Sang ayah, Fillipo Volta memiliki garis keturunan bangsawan, sementara ibunya bernama Donna Maddalena, dari keluarga Inzaghi.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Edwin Land, Penemu Kamera Polaroid

Di usia 29 tahun, Volta telah menjadi profesor fisika di Royal School of Como. Ketertarikannya kepada bidang kelistrikan telah membawanya pada penemuan-penemuan besar.

Pada 1775, Volta telah bekerja untuk memperbaiki perangkat bernama elektroporus yang berfungsi untuk menghasilkan listri statis.

Setahun berselang, dia berhasil menemukan dan mengisolasi gas metana. Dia pun diangkat menjadi kepala bidang fisika di Universitas Pavia, pada 1779.

Pada 1791, salah seorang rekan Volta, yang bernama Luigi Galvani, melakukan pengujian menggunakan dua logam berbeda dan otot katak, yang ternyata menghasilkan arus listrik.

Galvani pun mengklaim bahwa dirinya telah menemukan sumber listrik baru dari dalam jaringan makhluk hidup dan menyebutnya dengan "listrik hewan".

Percobaan Galvani menginspirasi Volta, namun dia berpikiran bahwa listrik tersebut tidak berasal dari katak, melainkan arus yang mengalir di antara dua logam berbeda jenis.

Penemuan Baterai Volta

Pada 1792, Volta mulai melakukan eksperimen listrik logam tersebut. Dikatakan bahwa dia melakukan pendetektian aliran listrik yang lemah antara lempengan logam yang berbeda dengan meletakkannya di lidah.

Volta pun menemukan bahwa jaringan makhluk hidup tidak dibutuhkan untuk menghasilkan arus listrik. Pendapat Volta memicu pertentangan antara para ilmuwan yang meyakini listrik hewan dengan mereka yang mendukungnya dalam listrik logam.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X