Malaysia Jadi Anggota Ke-124 Mahkamah Kriminal Internasional

Kompas.com - 05/03/2019, 19:31 WIB
Gedung Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag. SHUTTERSTOCKGedung Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Malaysia telah resmi menjadi anggota dari Mahkamah Kriminal Internasional ( ICC), di tengah banyaknya kritik dan kecaman terhadap lembaga hukum internasional tersebut.

Keputusan bergabung dengan ICC itu sebagai realisasi atas janji yang disampaikan pemerintahan baru Malaysia, tahun lalu.

Disampaikan Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia, M Kula Segaran, membenarkan bahwa pemerintah telah menandatangani perjanjian pendirian pengadilan itu pada Senin (4/3/2019).

Dengan demikian, Malaysia telah resmi menjadi anggota ke-124 dari ICC sejak didirikan pada 2002 silam.

"Setelah bergabung dengan ICC, Kuala Lumpur kini dapat memainkan peranan penting dalam masalah terkait kejahatan terhadap kemanusiaan," ujar Segaran, yang telah lama memperjuangkan keanggotaan Malaysia di ICC.

Baca juga: Mahkamah Kriminal Internasional Buka Investigasi Kasus Rohingya

Penandatanganan perjanjian bergabungnya Malaysia di ICC dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah, setelah mendapat persetujuan dari kabinet negara. Demikian dikonfirmasi dalam pernyataannya yang dikutip AFP.

ICC adalah satu-satunya pengadilan kejahatan perang permanen di dunia yang bertujuan untuk menuntut pelanggaran terburuk, ketika pengadilan nasional tidak mampu atau tidak bersedia mengadili.

Namun pengadilan yang bermarkas di Den Haag itu tengah menuai kecaman setelah keputusannya atas kasus yang melibatkan terdakwa berprofil tinggi.

Pada Januari lalu, hakim ICC telah menjatuhkan vonis bebas kepada mantan presiden Pantai Gading Laurent Gbagbo, yang dituduh bersalah dalam aksi kekerasan pascapemilu di negaranya, memicu kecaman akan tujuan dari pengadilan internasional itu.

Sebelumnya pada 2017, Burundi menjadi negara pertama yang keluar dari keanggotaan ICC, setelah pengadilan internasional itu meluncurkan penyelidikan pada awal 2016 terhadap kemungkinan terjadinya tindak kejahatan kemanusiaan di negara itu selama krisis politik.

Selain Burundi, Filipina juga berencana menarik diri setelah Maret tahun lalu, Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan akan keluar dari keanggotaan setelah ICC melancarkan penyelidikan terhadap kebijakan perang melawan narkoba di negaranya, yang dituduh telah menimbulkan ribuan orang tewas.

Baca juga: Presiden Duterte Ancam Tangkap Jaksa Mahkamah Internasional

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X