Biografi Tokoh Dunia: Howard Carter, Arkeolog Inggris Penemu Makam Tutankhamun

Kompas.com - 04/03/2019, 23:23 WIB
Howard Carter, arkeolog Inggris penemu makam firaun Tutankhamun. ENCYCLOPEDIA BRITTANICAHoward Carter, arkeolog Inggris penemu makam firaun Tutankhamun.

KOMPAS.com - Makam Firaun Tutankhamun merupakan salah satu makam raja Mesir kuno yang paling dikenal di seluruh dunia. Dan sosok yang berjasa dalam penemuan makam itu adalah seorang arkeolog Inggris bernama Howard Carter.

Penemuan makam Tutankhamun pada 1922 menjadi salah satu penemuan terbesar dan karena dianggap sebagai penemuan makam paling lengkap yang pernah dilakukan pada masa itu.

Saat ditemukan pertama kali, makam Tutankhamun masih utuh dan tertutup rapat, jauh dari tangan-tangan jahil para penjarah makam yang merajalela kala itu.

Meski dikenal sebagai seorang arkeolog, namun ternyata Howard Carter pertama kali berkenalan dengan bidang arkeologi sebagai seniman.


Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Wilhelm II, Kaisar Terakhir Jerman di Perang Dunia I

Howard Carter lahir pada 9 Mei 1874 di Kensington, London, Inggris. Sang ayah, Samuel John Carter, dikenal sebagai seorang seniman sukses. Sedangkan ibunya bernama Martha Joyce.

Howard mengenal seni lukis sejak dini dari sang ayah. Semasa anak-anak, dia sempat tinggal bersama bibinya di Norfolk, di mana dia mendapat pendidikan lewat guru privat di rumah.

Menjadi Arkeolog

Saat menginjak usia 17 tahun, melalui koneksi ayahnya, Howard mendapat pekerjaan dari Dana Ekspolasi Mesir sebagai seniman untuk seorang arkeolog yang sedang melakukan pekerjaan penggalian kompleks makam Beni Hassan.

Howard bertugas menyalin gambar dan ukiran yang terdapat dalam benda-benda temuan arkeologi, hingga membuat sketsa dekorasi makam.

Pada 1892, dia bekerja di bawah pengawasan Flinders Petrie dan membantu selama satu musim di Amarna, ibu kota yang didirikan oleh Firaun Akhenaten.

Tahun 1894 hingga 1899, Howard bekerja dengan Edouard Naville di Deir el-Bahari untuk menyalin relief dinding relief di Kuil Hatshepsut.

Kiprahnya di dunia arkeologi semakin dikenal, hingga akhirnya pada 1899, Howard ditunjuk menjadi kepala inspektur dinas Purbakala Mesir. Dia pun dipercaya untuk memimpin sejumlah proyek penggalian di Thebes, kota yang kini dikenal sebagai Luxor.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X