Jerman Bakal Cabut Kewarganegaraan Warganya yang Gabung Milisi Asing

Kompas.com - 04/03/2019, 21:07 WIB
Ilustrasi paspor Jerman. SHUTTERSTOCKIlustrasi paspor Jerman.

BERLIN, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman berencana bakal mencabut kewarganegaraan warganya yang memiliki kewarganegaraan ganda dan bergabung dengan kelompok militan asing.

Kebijakan pencabutan kewarganegaraan Jerman itu dilakukan Berlin di tengah kekhawatiran akan banyaknya anggota asing ISIS yang kembali ke negara asalnya dari Suriah setelah kelompok teroris itu semakin terdesak.

"Ada rencana untuk memperkenalkan amandemen hukum, bagi warga Jerman dengan kewarganegaraan ganda yang telah bergabung dengan kelompok milisi teror, bakal kehilangan kewarganegaraan Jerman mereka," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Eleanore Petermann, Senin (4/3/2019).

"Perubahan aturan hukum itu akan segera dilaksanakan," tambah juru bicara itu mengutip ucapan Menteri Kehakiman Jerman Katarina Barley.


Baca juga: Ketika Rusaknya Pesawat Negara Kerap Ganggu Tugas Para Petinggi Jerman

Di bawah undang-undang Jerman, seseorang dengan lebih dari satu kewarganegaraan sudah dapat kehilangan kewarganegaraan Jerman mereka jika mereka berperang untuk pasukan asing tanpa izin dari Kementerian Pertahanan Jerman.

Amandemen akan ditambahkan dalam undang-undang itu, yakni dengan menyebut sanksi serupa jika warga tersebut berpartisipasi dalam pertempuran untuk kelompok militan asing.

Dilansir AFP, aturan baru itu juga akan diberlakukan di bawah kondisi yang ketat, di mana individu yang disanksi pencabutan kewarganegaraan haruslah sudah berusia di atas 18 tahun.

Selain itu warga yang akan dicabut kewarganegaraannya harus memiliki lebih dari satu kewarganegaraan, sehingga dia tidak akan dibiarkan tanpa kewarganegaraan setelah kehilangan status sebagai warga negara Jerman.

Ditambahkan pula bahwa perubahan aturan hukum itu tidak akan berlaku surut, sehingga para anggota ISIS yang telah dihukum di Jerman tidak akan terpengaruh.

Juru bicara kanselir Jerman, Steffen Seibert menolak klaim yang menyebut amandemen itu akan membuat warga pemilik kewarganegaraan ganda akan merasa seperti warga negara kelas dua.

"Tentu kita tidak boleh lupa dasar dari amandemen hukum ini," ujarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joki Kerbau India yang Torehkan Rekor Melampaui Usain Bolt Tolak Undangan Tes Atletik

Joki Kerbau India yang Torehkan Rekor Melampaui Usain Bolt Tolak Undangan Tes Atletik

Internasional
Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Internasional
Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Internasional
Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Internasional
Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Internasional
Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Internasional
Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Internasional
Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Internasional
Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Internasional
Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Internasional
Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Internasional
Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Internasional
Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Internasional
Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X