"Caca-tovs", Bom Tinja Andalan Massa Rompi Kuning saat Berunjuk Rasa

Kompas.com - 04/03/2019, 20:11 WIB
Massa rompi kuning berunjuk rasa di Marseille, Perancis selatan, pada Sabtu (9/2/2019). (AFP/Gerard Julien)
Massa rompi kuning berunjuk rasa di Marseille, Perancis selatan, pada Sabtu (9/2/2019). (AFP/Gerard Julien)

MARSEILLE, KOMPAS.com - Berbagai aksi protes oleh massa rompi kuning di Perancis masih terus berlangsung hingga kini.

Polisi pun harus mengamankan situasi agar tidak terjadi kekerasan yang berujung korban.

Di samping itu, mereka kini menghadapi senjata baru andalan para pengunjuk rasa, yaitu bom tinja atau disebut Caca-tovs.

Baca juga: Sentuh Granat Meledak, 4 Jari Tangan Demonstran Rompi Kuning Ini Putus


Tinja dimasukkan dalam kantong kemudian dilemparkan bak bom oleh massa rompi kuning.

"Pada Sabtu, kantong berisi kotoran dilemparkan kepada polisi. Ada tiga polisi yang basah kuyup karena itu," kata Rudy Manna dari serikat polisi Perancis kepada AFP, Senin (4/3/2019).

Kepolisian Marseille menyatakan, seorang anggotanya bahkan mengalami luka pada sikunya karena terkena bom tinja berisi proyektil.

Insiden yang sama juga terjadi di selatan kota Montpellier. Polisi menyebutkan, ada seruan di media sosial yang menyarankan agar demonstran membawa Caca-tovs.

Caca dalam bahasa Perancis dapat diterjemahkan sebagai kotoran atau tinja.

"Polisi sangat merasa dipermalukan," ucap Manna.

Dia mengatakan, hingga kini pelempar Caca-tovs yang bersembunyi di antara 1.000 demonstran lainnya di Marseille belum dapat ditemukan.

Pada Sabtu (2/3/2019) menandai akhir pekan ke-16 secara berturut-turut massa rompi kuning menggelar unjuk rasa sejak November 2018.

Sebelum memakai Caca-tovs, mereka telah memakai batu dan proyektil untuk dilemparkan kepada polisi.

Baca juga: 10.000 Massa Syal Merah di Paris Protes Aksi Kekerasan Rompi Kuning

Sudah ada 11 orang yang tewas selama berlangsungnya demonstrasi, yang diawali untuk memprotes pajak bahan bakar.

Unjuk rasa meluas sehingga menjadi pemberontakan oleh warga yang tinggal di pedesaan dan kota kecil Perancis untuk melawan Presiden Emmanuel Macron.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X