Kompas.com - 04/03/2019, 14:31 WIB
Ketua Dewan Nasional Venezuela yang juga pemimpin oposisi Juan Guaido berpidato kepada pendukungnya setelah mendeklarasikan diri sebagai Penjabat Presiden pada 23 Januari 2019. AFP/FEDERICO PARRAKetua Dewan Nasional Venezuela yang juga pemimpin oposisi Juan Guaido berpidato kepada pendukungnya setelah mendeklarasikan diri sebagai Penjabat Presiden pada 23 Januari 2019.

Guaido tak mengindahkan larangan dari pemerintahan Maduro dengan menyeberang ke Kolombia pada 23 Februari untuk mengawal bantuan kemanusiaan.

Di sana, dia bertemu Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence yang mengatakan Guaido mendapat dukungan "100 persen" dari Presiden Donald Trump.

Setelah itu, Guaido bertolak ke Brasil di mana dia menemui Presiden Jair Bolsonaro, dengan Jumat (1/3/2019) dia bergerak ke Paraguay dan Argentina.

Baca juga: Video Anak Venezuela Mengais Sampah untuk Makan Bikin Maduro Tahan Kru TV AS

Guaido ingin menjungkalkan rezim Maduro dan mendirikan pemerintahan transisi di tengah rencana menggelar pemilu ulang.

Menurut Eufracio Infante, guru Sejarah sekaligus pengacara Venezuela, Guaido harus pulang dan melanjutkan tekanannya dari dalam.

"Di tengah dukungan internasional terhadapnya yang semakin besar, kami menghadapi situasi pelik di mana setiap menit kami berharap tak ada bencana," terang Infante.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pekan lalu, Maduro memerintahkan Guaido untuk patuh kepada hukum dan harus "menghadapi keadilan" dengan pulang ke Venezuela.

Guaido menanggapi dengan menyatakan dia berniat untuk kembali meski ada ancaman. AS dan negara yang mengakui Guaido khawatir dengan keselamatannya.

Analis politik Luis Salamanca menjelaskan, Maduro terancam menghadapi pergolakan baik internal maupun internasional jika menangkap Guaido.

Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini mewanti-wanti pemerintah Maduro bakal menghadapi kecaman dunia jika Guaido berada dalam ancaman.

"Pengaruh Guaido secara politik telah berkembang secara dramatis. Venezuela hanya punya dua pilihan. Menangkapnya atau membiarkannya kabur," ujar Salamanca.

Baca juga: Bikin Maduro Tersinggung, 6 Kru TV AS Dideportasi dari Venezuela

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.