Gempur Pertahanan Terakhir ISIS, Koalisi AS Dituding Pakai Bom Fosfor

Kompas.com - 04/03/2019, 07:55 WIB
Anggota pasukan Kurdi Suriah bersiaga sementara konvoi truk membawa warga sipil keluar dari benteng terakhir ISIS di Desa Baghouz, Rabu (20/2/2019). AFP / BULENT KILICAnggota pasukan Kurdi Suriah bersiaga sementara konvoi truk membawa warga sipil keluar dari benteng terakhir ISIS di Desa Baghouz, Rabu (20/2/2019).

BAGHOUZ, KOMPAS.com - Sebuah laporan negatif muncul di tengah upaya koalisi pimpinan AS menggempur pertahanan terakhir Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

Lembaga Observasi Suriah untuk HAM pada Sabtu (2/3/2019) menyatakan, mereka menduga koalisi AS menggunakan bom fosfor putih di Baghouz.

Baca juga: Bertahan Mati-matian di Baghouz, ISIS Gunakan Bom Mobil dan Perisai Manusia

Dilansir VOA Minggu (3/3/2019), fosfor putih biasanya digunakan sebagai selubung untuk melindungi pasukan atau menandai lokasi musuh.

Tetapi bahan kimia itu bisa digunakan sebagai senjata karena gampang terbakar saat bergesekan dengan udara, dan penggunaannya dilarang ke masyarakat sipil.

Media lokal Ikhbarya yang mengutip sumber di Baghouz seperti diwartakan Sputnik memberitakan, ada warga sipil yang tewas akibat terkena fosfor.

Terdapat perempuan dan anak-anak dalam korban tewas. Selain itu, dilaporkan ada masyarakat sipil yang mengalami luka-luka.

AS diduga menggunakan bom fosfor ketika mendukung pertempuran melawan ISIS di timur Raqqa pada 2017. Tuduhan yang tak dibantah maupun dibenarkan.

Namun, pejabat koalisi AS kali ini menyanggah mereka menggunakan fosfor putih di Baghouz. "Segala pemberitaan tentang itu salah," ujar seorang juru bicara.

Baghouz menjadi sorotan akhir pekan kemarin di tengah upaya milisi yang disokong AS untuk menggempur basis terakhir ISIS.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berencana melakukan serangan tahap akhir untuk menyudahi ISIS yang mendeklarasikan kekhalifahan sejak 2014.

ISIS yang kini hanya menguasai desa di tikungan Sungai Eufrat itu dilaporkan bertahan mati-matian dengan menggunakan bom mobil hingga perisai manusia.

Baca juga: Baghouz, Desa Terakhir ISIS yang Kini Dihujani Proyektil dari Udara

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X