Kompas.com - 02/03/2019, 13:18 WIB

KOMPAS.com - Dua negara tetangga di Asia Selatan, Pakistan dan India, mengalami situasi yang memanas dalam dua pekan terakhir.

Penyebabnya adalah serangan bunuh diri yang menimpa konvoi pasukan paramiliter India di Kashmir pada 14 Februari lalu.

Serangan tersebut menewaskan 40 orang anggota paramiliter, dengan kelompok Jaish-e-Mohammed (JeM) mengklaim bertanggung jawab.

Baca juga: Konflik Pakistan - India: Pilot India Sempat Menembak Sebelum Dihajar Warga

Namun dalam pernyataan resminya sehari setelah insiden, Perdana Menteri India Narendra Modi menjanjikan "balasan terkuat" kepada Pakistan.

Konflik pun memanas dengan India mengutus jet tempurnya membombardir markas JeM yang berada di wilayah Kashmir milik Pakistan.

Islamabad pun bereaksi dengan mengaklaim telah menembak dua jet tempur India, dengan salah satunya jatuh di Kashmir Pakistan.

Pilot yang diketahui bernama Komandan Abhinandan Vatharman itu sempat dihajar warga Pakistan sebelum dibebaskan dan diserahkan di perbatasan Wagah, Jumat (1/3/2019).

Penangkapan Abhinandan merupakan seklumit kisah dari perseteruan kedua negara yang sudah berlangsung selama tujuh dekade itu.

Konflik itu bermuara pada satu tempat: Kashmir. Sebuah wilayah di Himalaya di mana Pakistan dan India saling mengklaim penuh meski sudah mendapat setengah bagian.

Dilansir dari Sky News, berikut merupakan sejarah perseteruan kedua negara dalam memperebutkan kawasan tersebut.

1. Pemisahan dan Konflik Pertama: 1947-1948
Pertumpahan darah terjadi setelah Kerajaan Inggris pada 1947 memberikan kemerdekaan kepada pembentukan dua wilayah, India dan Pakistan.

Sekitar 500.000 penduduk tewas karena konflik dua negara tak lama setelah memperoleh kemerdekaan, dengan jumlah yang sama dilaporkan mengungsi.

Perang besar Pakistan-India pertama untuk memperebutkan Kashmir terjadi pada Oktober 1947, atau dua bulan setelah kedua negara berdiri.

Baca juga: Konflik Memanas, India Larang Organisasi Jamaat-e-Islami di Kashmir

Hari Singh, maharaja terakhir Jammu-Kashmir, meminta kepada India untuk memadamkan perlawanan Muslim di wilayahnya sebagai ganti kesepakatan bergabung dengan New Delhi.

Namun asal dari perjanjian itu menjadi sumber sengketa dengan perang selama dua tahun dan beru berakhir melalui gencatan senjata pada 1 Januari 1949.

2. Perang Indo-Pakistan Kedua: 1965
Konflik kedua terjadi pada April 1965 ketika India dan Pakistan mempersoalkan batas Kashmir sebelum Islamabad mengklaim kemenangan.

Baku tembak kemudian meletus lagi ketika Pakistan melancarkan serangan rahasia melintasi garis gencatan senjata ke wilayah Kashmir pada Agustus 1965.

India membalas dengan menyeberangi perbatasan internasional di Lahore sebelum keduanya sepakat berhenti atas perundingan yang dimediasi PBB.

Baca juga: Ketegangan Meningkat, Ribuan Warga Kashmir Mengungsi dan Gali Bungker

3. Kelahiran Bangladesh: 1971
Enam tahun kemudian, kedua negara kembali angkat senjata setelah Pakistan Timur, yang berlokasi di sebelah India, meminta kemerdekaan dari Islamabad.

Setelah konflik mengalami eskalasi menjadi perang sipil, 10 juta orang melarikan diri ke India, memberi alasan Delhi melakukan intervensi.

Militer Pakistan kemudian menyerah dalam pertemuan di Dhaka dan sebanyak 90.000 tentara menjadi tahanan perang India.

Pakistan Timur pun berubah nama menjadi Bangladesh setelah deklarasi kemerdekaan pada 6 Desember 1971, dengan Pakistan mengakuinya tiga tahun kemudian.

Baca juga: Pakistan Tuduh Jet Tempur India Langgar Batas Udara di Wilayah Kashmir

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.