Tarif Macet Dianggap Diskriminasi, Pengemudi Uber Gugat Wali Kota London

Kompas.com - 01/03/2019, 17:35 WIB
Salah satu sudut komersial kota London, Inggris. Hilda B Alexander/Kompas.comSalah satu sudut komersial kota London, Inggris.

LONDON, KOMPAS.com - Pengemudi Uber dan taksi mini di London, Inggris, menggugat Wali Kota Sadiq Khan atas perubahan aturan.

Khan memberlakukan kebijakan baru yang mengharuskan pengemudi minicab dan Uber membayar tarif kemacetan.

Diwartakan The Independent, Jumat (1/3/2019), United Private Hire Drives mengklaim kebijakan itu secara tidak langsung mendiskriminasi etnis minoritas dan hak asasi mereka.

Baca juga: Uber Dikabarkan Bakal Jual Layanan Antar Makanan di India

Kelompok itu mengklaim, 94 persen dari pengemudi taksi mini dan Uber memiliki latar belakang berkulit hitam, Asia, dan etnis minoritas lainnya.

Pengemudi sebelumnya dibebaskan dari membayar biaya kemacetan saat bepergian di London tengah.

Namun di bawah aturan baru yang berlaku pada 8 April 2019, mereka harus membayar 11,5 poundsterling (Rp 214.000) per hari.

Kebijakan itu tidak diterapkan kepada pengemudi taksi hitam.

Juru bicara Serikat Pekerja Independen Inggris Raya (IWGB) telah menyurati Khan untuk memberikan kesempatan kepadanya untuk mencabut kebijakan dalam tenggat waktu sampai 6 Maret 2019.

"Kebijakan harus dicabut sebelum serikat meluncurkan tinjauan yudisial di Pengadilan Tinggi," kata juru bicara serikat pekerja.

"Pengenalan tarif 11,5 poundsterling atas tarif kemacetan untuk pengemudi minicab secara tidak langsung adalah diskriminasi," lanjutnya.

Pengemudi Uber Abdurzak Hadi biasanya mengemudikan kendaraannya di London tengah dari Senin hingga Jumat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X