Konflik Memanas, India Larang Organisasi Jamaat-e-Islami di Kashmir

Kompas.com - 01/03/2019, 16:27 WIB
Warga Pakistan dari partai Jamaat-e-Islami berkumpul dalam demonstrasi untuk menandai Hari Solidaritas Kashmir di Islamabad pada 5 Februari 2019. (AFP/AAMIR QURESHI) Warga Pakistan dari partai Jamaat-e-Islami berkumpul dalam demonstrasi untuk menandai Hari Solidaritas Kashmir di Islamabad pada 5 Februari 2019. (AFP/AAMIR QURESHI)

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah India secara resmi melarang keberadaan organisasi politik berbasis agama Jamaat-e-Islami ( JeI) di wilayah Kashmir, yang dikuasai India.

Laporan Al Jazeera, Kamis (28/2/2019), menyebutkan pelarangan itu berlaku selama lima tahun.

Pemerintah menilai kelompok tersebut mendukung pemberontakan senjata di wilayah yang menjadi sengketa antara India dan Pakistan.

Baca juga: Pilot Jet Tempur India yang Dibebaskan Pakistan Disambut bak Pahlawan

Keputusan itu diambil kurang dari sepekan setelah polisi India menahan lebih dari 300 pemimpin JeI, termasuk pemimpin utamanya, Abdul Hamid Fayaz.

Kementerian Dalam Negeri India menyebut JeI dilarang karena melanggar hukum dan menganggu keamanan dalam negeri dan ketertiban umum.

Kementerian menyebut, kelompok itu mendukung ekstremisme di Jammu dan Kashmir, serta tempat lainnya, termasuk mendukung pemisahan sebagian wilayah India.

"Jika tidak dicegah, kemungkinan akan meningkatkan kegiatan subversif termasuk upaya untuk memisahkan negara bagian dari wilayah Uni India," tulis kementerian.

Ini merupakan larangan ketiga yang dijatuhkan pada JeI sejak didirikan pada 1942, lima tahun sebelum kemerdekaan India dan pembentukan Pakistan.

Menanggapi hal tersebut, salah satu pemimpin JeI menilai keputusan India merupakan kebijakan tangan besi yang tidak akan berhasil.

"Ini sudah pernah dilarang, tapi saya pikir situasinya tidak akan membantu," katanya, tanpa bersedia disebutkan namanya.

JeI memiliki basis kader yang kuat di seluruh wilayah Kashmir. Organisasi itu terpisah dari Jamaat-e-Islami Hind dan memilih mendukung Jamaat-e-Islami Pakistan.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Anandi Gopal Joshi, Wanita Dokter Pertama India

JeI pernah berpartisipasi dalam pemilihan umum India selama lebih dari dua dekade, sebelum terlibat dengan politik separatis setelah awal pemberontakan bersenjata di Kashmir pada 1989.

Seperti diketahui, konflik India dan Pakistan kembali memanas dipicu oleh insiden ledakan bom bunuh diri di Kashmir yang menewaskan 42 tentara India di kota Pulwana pada awal bulan lalu.



Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X