Kejutkan Sekutu, Trump Klaim Rebut 100 Persen Wilayah ISIS di Suriah

Kompas.com - 01/03/2019, 15:47 WIB
Presiden AS Donald Trump sedang menelepon. AFP / NICHOLAS KAMMPresiden AS Donald Trump sedang menelepon.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan yang dipimpin negaranya telah mengambil alih 100 persen wilayah kekuasaan ISIS di Suriah.

CNN melaporkan, pernyataan Trump itu mengejutkan pejabat AS dan sekutu regional yang menyebut perang belum berakhir.

"Kami baru saja mendaulat, yang selama ini kalian dengan 90 persen, 92 persen, wilayah khalifah di Suriah, tapi sekarang 100 persen," katanya, Kamis (28/2/2019).

Baca juga: Komandan ISIS Berjuluk Pangeran Medan Perang Dilaporkan Tertangkap di Irak

"Kami merebut 100 persen wilayah khalifah, yang berarti area dari kawasan itu sekarang kita kuasai 100 persen. Itu bagus," lanjutnya.

Pengumuman itu dia sampaikan ketika pidato di Pangkalan Milter Gabungan Elmendorf-Richardson di Alaska, setelah pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam.

New York Times mewartakan, selama bulan lalu, pasukan AS dan Suriah berupaya untuk merebut wilayah kekuasaan ISIS yang hanya tinggal beberapa ratus meter persegi di desa Baghuz, dekat perbatasan Irak.

Perang terhadap ISIS oleh Pasukan Demokratis Suriah (SDF), tentara Kurdi, dan militer Arab Saudi masih berlanjut pada Kamis.

Namun, pernyataan Trump dibantah sepenuhnya oleh pejabat senior yang dekat dengan persoalan tersebut.

"Angka 100 persen itu tidak benar. Pertempuran masih berlanjut," kata seorang pejabat senior pada Kamis sore.

"Pertempuran masih berlangsung dan pernyataan itu tidak benar," kata pejabat lainnya secara terpisah.

Keduanya berbicara dalam kondisi anonim karena tidak diizinkan komandan untuk berbicara kepada pers.

Jurnalis di wilayah tersebut juga melaporkan ISIS belum menyerahkan semua wilayahnya.

Baca juga: Ikut Memerangi ISIS di Suriah, Mantan Tentara Swiss Dihukum

"Saya telah berada di Suriah selama 28 hari meliput serangan dan saya bisa yakinkan Donald Trump itu bukan yang terjadi," kicau koresponden CNN, Ben Wedeman.

Sebelumnya, Trump mengumumkan pada Desember lalu AS akan menarik pasukannya dari Suriah, sebuah keputusan dikritik oposisi dan intelijen.

Pada pekan lalu, Trump sepakat untuk menarik sekitar 400 tentara AS dari Suriah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X