Trump Sudah "Laporkan" Hasil Pertemuan dengan Kim kepada Jepang dan Korsel

Kompas.com - 01/03/2019, 08:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP / JIM WATSONPresiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut sudah melaporkan hasil pertemuan keduanya dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kepada Jepang dan Korea Selatan.

Disampaikan juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, Trump berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Shinzo Abe dan Presiden Moon Jae-in saat dalam penerbangan kembali ke Washington dari Hanoi.

"Presiden Trump berbicara dengan PM Abe dan Presiden Moon masing-masing sekitar 15 menit. Dia memberi mereka kabar terbaru tentang pertemuan itu."

"Presiden Trump menyampaikan kepada mereka bahwa dia akan melanjutkan pembicaraan (dengan Korea Utara)," kata Sanders kepada wartawan yang ikut dalam penerbangan Trump menggunakan Air Force One, Kamis (28/2/2019).

Baca juga: Menurut Trump, Ini Sebab Tak Ada Perjanjian yang Diteken dengan Kim Jong Un

Konferensi tingkat tinggi antara AS dengan Korut yang membahas denuklirisasi Semenanjung Korea di Hanoi itu selesai lebih cepat dari yang diperkirakan setelah Trump memutuskan untuk meninggalkan pertemuan.

Trump disebut menghentikan pertemuannya dengan Kim saat Korea Utara mulai memaparkan tuntutannya agar AS mencabut sanksi.

Lanjutan dari pertemuan puncak di Singapura tahun lalu itu berakhir tanpa ada kesepakatan yang dicapai.

Kendati demikian, PM Jepang Shinzo Abe menyatakan bahwa dia tetap mendukung keputusan Trump dalam pertemuan itu dan menegaskan AS tidak seharusnya berkompromi dengan Korut.

"Jepang sepenuhnya mendukung keputusan Presiden Trump untuk tidak berkompromi dan pada saat yang sama melanjutkan diskusi yang produktif, serta mendesak Korea Utara untuk mengambil tindakan nyata," kata Abe.

Sebaliknya, Korea Selatan yang berharap banyak dari pertemuan itu, mengaku kecewa dengan hasil pertemuan yang berakhir tanpa ada kesepakatan.

"Kami merasa kecewa Presiden Trump dan Ketua Kim Jong Un tidak bisa mencapai kesempatan pada KTT hari ini," demikian pernyataan juru bicara kantor presiden Korsel Cheong Wa Dae atau Rumah Biru, Kim Eui-kyeom.

Meski kecewa, pemerintah Korsel tetap mengapresiasi pertemuan tersebut karena telah mencetak kemajuan meski tanpa adanya persetujuan.

Baca juga: PM Jepang Dukung Keputusan Trump Tak Capai Kesepakatan dengan Kim



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X