Dua Gadis Saudi yang Melarikan Diri Diizinkan Tinggal Lebih Lama di Hong Kong

Kompas.com - 28/02/2019, 23:07 WIB
Rawan (baju kuning) dan Reem pada 22 Februari 2019. Kakak beradik berusia 18 dan 20 tahun ini mengaku kabur dari siksaan keluarganya di Arab Saudi, dan kini bersembunyi di Hong Kong. AFP/ANTHONY WALLACERawan (baju kuning) dan Reem pada 22 Februari 2019. Kakak beradik berusia 18 dan 20 tahun ini mengaku kabur dari siksaan keluarganya di Arab Saudi, dan kini bersembunyi di Hong Kong.

HONG KONG, KOMPAS.com - Dua gadis asal Arab Saudi yang melarikan diri dari negaranya dikabarkan telah mendapat izin untuk tinggal lebih lama di Hong Kong.

Dua bersaudara yang mengaku menggunakan nama Reem dan Rawan itu seharusnya sudah harus meninggalkan Hong Kong setelah batas waktu izin tinggalnya sebagai turis habis pada Kamis (28/2/2019).

Pengacara hak asasi manusia, Michael Vidler, yang mewakili Reem dan Rawan, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa Departemen Imigrasi Hong Kong telah mengakui bahwa keduanya akan diizinkan untuk tinggal sambil menunggu pengajuan mereka untuk tempat yang lebih aman di negara ketiga.

Permohonan untuk perpanjangan izin tinggal di Hong Kong itu diajukan langsung oleh Vidler. Demikian dilansir SCMP, Kamis (28/2/2019).


Baca juga: Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Reem dan Rawan, awalnya mengklaim bahwa mereka melarikan diri dari keluarga mereka yang memperlakukan mereka dengan buruk. Mereka kabur saat sedang dalam liburan keluarga ke Sri Lanka dan memutuskan untuk mencari suaka ke Australia.

Namun saat transit di Bandara Internasional Hong Kong pada September lalu, mereka nyaris dibawa paksa oleh staf Konsulat Saudi.

Keduanya terpaksa bersembunyi di Hong Kong setelah paspor Saudi mereka dicabut. Mereka mengaku telah mengajukan visa penyelamatan darurat ke negara yang tidak disebutkan, namun pengajuan mereka masih dipertimbangkan.

Selama di Hong Kong Reem dan Rawan disebut telah berpindah-pindah sampai 13 kali dalam lima bulan terakhir.

"Kami hidup dalam ketakutan setiap hari kami berada di Hong Kong. Kami ingin pergi ke negara ketiga yang aman secepat mungkin," tulis pernyataan Reem dan Rawan yang dirilis oleh Vidler dan biro hukumnya.

"Kami berharap hal itu akan segera terjadi dan pemerintah Hong Kong dapat terus mengizinkan kami tinggal hingga saat itu tiba," tambah mereka.

Sementara dari Departemen Imigrasi Hong Kong disebut tidak memberikan tanggal kedaluwarsa untuk izin tinggal baru kepada Reem dan Rawan.

Vidler mengatakan sedang berkomuniasi dengan pihak negara ketiga, tetapi belum ada perkembangan berarti.

Baca juga: Kakak Beradik yang Bersembunyi di Hong Kong Ini Takut Bakal Dibunuh jika Kembali ke Saudi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X