Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/02/2019, 16:34 WIB

BELFAST, KOMPAS.com - Pangeran Harry mendesak persatuan seluruh rakyat Inggris untuk bersatu jelang satu bulan eksekusi Brexit.

Urutan kedua takhta Inggris itu melontarkan seruan itu ketika mengunjungi Irlandia Utara, Rabu (27/2/2019). Sebagai informasi, Brexit ditargetkan berlangsung pada 29 Maret 2019.

Menurut dia, saat ini negaranya membutuhkan kepemimpinan kuat dalam mengatasi perselisihan yang dipicu oleh Brexit.

Baca juga: Ketidakpastian Brexit Bikin Maskapai Bangkrut, Ratusan Penumpang Telantar

Dengan memuji mantan atlet peraih medali Olimpiade, Mary Peters, suami Kate Middleton itu menyelipkan pesan kebersamaan.

"Mary Peters tidak hanya salah satu legenda olahraga Inggris, dia juga menginspirasi generasi selanjutnya untuk bersama di masa sulit dan bekerja untuk kebaikan bersama," katanya.

"Itu sebuah pelajaran yang saya harapkan banyak dari kita bisa memetiknya," lanjutnya.

Desakan semacam itu pernah disampaikan oleh neneknya, Ratu Elizabeth II, dalam pesan Natal 2018.

Wanita berusia 92 tersebut menyerukan pesan perdamaian dengan menghargai untuk saling memahami.

Sorotan sang ratu terhadap pentingnya memperlakukan satu sama lain dengan hormat terjadi ketika Parlemen Inggris, terpecah atas kesepakatan Brexit Perdana Menteri Theresa May.

"Bahkan dengan perbedaan terdalam, memperlakukan orang lain dengan saling menghargai dan sebagai sesama manusia, selalu merupakan langkah pertama yang baik menuju pemahaman yang lebih baik," katanya.

"Saya yakin, pesan perdamaian di bumi dan niat baik untuk semua tidak pernah lekang oleh zaman," ujarnya.

Sebelumnya, muncul spekulasi Ratu Elizabeth akan dievakuasi dari London jika timbul kericuhan yang dipicu oleh Brexit tanpa kesepakatan.

Keyakinan May

Anggota parlemen Inggris baru saja menyepakati pemberian lebih banyak bagi May untuk penarikan Inggris dari Eropa, dengan berjanji akan menunda Brexit jika diperlukan.

Baca juga: Imbas Brexit, Pertumbuhan Ekonomi Inggris Semakin Anjlok di 2019

Sebelumnya para menteri Khawatir Inggris akan tersingkir dari Uni Eropa pada 29 Maret tanpa kesepakatan.

May masih berupaya mencari perubahan pada kesepakatan Brexit yang dicapai dengan Uni Eropa pada tahun lalu.

"Kebijakan pemerintah adalah untuk mendapatkan perubahan yang mengikat secara hukum sehingga kesepakatan dapat menguntungkan," ucapnya, seperti dikutip dari AFP.

"Kita dapat pergi pada 29 Maret dengan kesepakatan," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber The Sun,AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.