Ribuan Migran Anak di Pusat Penampungan AS Mengalami Kekerasan Seksual

Kompas.com - 28/02/2019, 13:27 WIB
Aktivis American Civil Liberties Union (ACLU) berkumpul di luar Gedung Putih untuk memprotes pemisahan migran anak-anak dari keluarga mereka di perbatasan AS-Meksiko. (AFP/Eric Baradat) Aktivis American Civil Liberties Union (ACLU) berkumpul di luar Gedung Putih untuk memprotes pemisahan migran anak-anak dari keluarga mereka di perbatasan AS-Meksiko. (AFP/Eric Baradat)

NEW YORK, KOMPAS.com - Pemerintah federal AS menerima lebih dari 4.500 laporan dalam empat tahun terakhir soal kekerasan seksual terhadap migran anak di pusat penahanan.

Demikian laporan dari New York Times, seperti dikutip dari Straits Times, Kamis (28/2/2018).

Tren keluhan tentang insiden tersebut meningkat ketika pemerintahan Trump mengeluarkan kebijakan pemisahan keluarga migran di perbatasan.

Sejak Oktober 2014 hingga Juli 2018, Kantor Penampungan Pengungsi (ORR) menerima 4.556 laporan kekerasan seksual atau pelecehan seksual.

Baca juga: 3.000 Migran Anak di AS Bakal Jalani Tes DNA

Dari angka tersebut, sebanyak 1.303 laporan telah diajukan ke Kementerian Kehakiman dengan 178 tudingan mengarah kepada para staf yang telah melecehkan migran anak.

Sementara sisanya merupakan tuduhan anak-anak yang menyerang bocah lainnya.

"Keselamatan anak di bawah umur menjadi perhatian kami ketika menjalankan program untuk anak-anak tanpa pendamping," kata Direktur ORR Jonathan H Hayes.

"Tidak ada dari tuduhan tersebut yang melibatkan staf federal ORR. Semua tudingan ini diselidiki sepenuhnya, dan tindakan perbaikan diambil jika perlu," imbuhnya.

Dalam satu kasus, seorang staf di fasilitas penahanan Chicago dituduh membelai dan mencium seorang anak pada April 2015 dan kemudian dituding melakukan kejahatan.

Namun, laporan itu tidak menyatakan apakah orang itu dinyatakan bersalah.

BBC mewartakan, Wakil Direkur Layanan Kemanusiaan dan Kesehatan (HHS) yang membawahi ORR, Jonathan White, menyebut tudingan kekerasan seksual tidak menjurus kepada stafnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X