Kisah Hotel Metropole: Tuan Rumah Pertemuan Trump dan Kim Jong Un

Kompas.com - 27/02/2019, 15:45 WIB
Ilustrasi Hotel Metropole di Hanoi, Vietnam. ShutterstockIlustrasi Hotel Metropole di Hanoi, Vietnam.

HANOI, KOMPAS.com - Pertemuan kedua Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un bakal digelar di Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi, Vietnam.

Metropole merupakan bangunan era kolonial Perancis yang pernah dipakai pemerintah Vietnam Utara untuk menjamu tamu luar negeri saat Perang Vietnam.

Dilansir Reuters via Channel News Asia Rabu (27/2/2019), hotel itu bisa menjadi simbol perdamaian seiring pertemuan Trump dan Kim.

Baca juga: Makan Malam di Hotel Era Kolonial Jadi Pembuka KTT Trump-Kim Jong Un

Keduanya menggelar pertemuan, delapan bulan setelah di Singapura pada Juni 2018, untuk mendiskusikan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Tidak hanya denuklirisasi, pertemuan itu juga berpeluang menjadi deklarasi berakhirnya Perang Korea yang terjadi pada 1950-1953.

Secara teknis, AS yang membantu Korea Selatan (Korsel) dan Korut masih terlibat konflik karena Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

"Kami berharap Trump dan Kim membuat perkembangan soal denuklirisasi dan bisa membuat Korut lebih terbuka terhadap dunia luar," ujar Stephen Fries.

Fries merupakan dokter asal Colorado yang sejatinya hendak berlibur bersama keluarganyaa dengan mengikuti tur di Metropole.

Namun, liburan mereka terganggu setelah Trump memutuskan menghelat pertemuan kedua dengan Kim di Hanoi pada Rabu ini hingga Kamis (28/2/2019).

Dia bersama lusinan turis lainnya dijadwalkan mengikuti tur ke bunker bawah tanah yang dipakai berlindung dari serangan udara saat Perang Vietnam.

Bunker itu ditemukan pada 2011 secara kebetulan ketika hotel tengah melakukan renovasi bar Bambu di tepi kolam renang.

Keduanya dijadwalkan bakal bertemu pukul 18.30 waktu setempat yang dibuka dengan 20 menit sesi percakapan tertutup yang hanya didampingi penerjemah.

Fries menyatakan dulunya Vietnam merupakan lawan. Namun kini negara di Asia Tenggara tersebut menjadi rekan Washington.

"Saya berharap Korut bisa seperti Vietnam. Mungkin saja Korut bisa menjadikannya sebagai contoh untuk mempercepat ekonomi," paparnya.

Baca juga: Trump: Teman Saya Kim Jong Un Bisa Belajar dari Vietnam

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X