Kompas.com - 27/02/2019, 12:43 WIB

Juru bicara militer Mayor Jenderal Asif Ghafoor mengecam serangan udara itu, dan menyebut India sudah memilih langkah untuk perang.

Ghafoor mengutarakan kini giliran Pakistan untuk membalas. "Kini giliran kalian (India) menunggu respon kami yang mengejutkan," ancamnya.

Jenderal bintang dua itu menjelaskan saat ini otoritas komando tengah bertemu dan mendiskusikan apakah bakal menggunakan senjata nuklir.

"Kalian akan tahu pada waktunya," lanjut Ghafoor. China sebagai sekutu utama Pakistan mendesak kedua negara untuk berhenti.

Pada Selasa pagi, Presiden Arif Alvi memperingatkan India sudah menciptakan "histeria" karena serangan pada 14 Februari lalu.

Dalam konferensi pers, Alvi mengingatkan retorika bisa berujung kepada perang. "Kami tahu bagaimana cara mempertahankan negara kami," terangnya.

Baca juga: Militer Pakistan: India, Jangan Main-main dengan Kami!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.