Hari Ini dalam Sejarah: Penemuan Emisi Gelombang Radio Matahari

Kompas.com - 27/02/2019, 12:11 WIB
Stanley Hey theskyisnotthelimit.orgStanley Hey

KOMPAS.com - Ketika Perang Dunia II bergejolak, sarana komunikasi yang berkembang adalah melalui jaringan radio yang menghubungkan satu sama lain.

Kala itu, muncul kendala saat salah satu pihak berhasil mengembangkan alat yang bisa merusak gelombang radio karena berdampak pada gangguan komunikasi.

Selain itu, alat ini bisa mengganggu radar pesawat.

Dari sejumlah penelitian, alat ini bekerja mengikuti arah pancaran matarari dari timur ke barat.

Kemudian, ilmuwan Inggris mulai berinovasi untuk membuat alat yang bisa tahan terhadap alat tersebut.

Hari ini 77 tahun yang lalu, tepatnya 27 Februari 1942, ilmuwan asal Inggris berhasil menemukan emisi gelombang radio yang berasal dari energi matahari.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Penerbangan Pertama Nonstop Keliling Dunia

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari History.com, ilmuwan bernama James Stanley Hey menemukan emisi tersebut secara tak sengaja dalam perjalanannya untuk melakukan riset operssional Angkatan Darat Inggris Selama Perang Dunia II.

Keberhasilan dalam penemuan ini membantu pihak Sekutu.

Hasilnya, matahari mampu mengantarkan gelombang radio yang dimanfaatkan radar untuk memantau peperangan.

Tak Sengaja menemukan

James Stanley Hey merupakan anak seorang pengusaha produsen kapas yang sudah tertarik sains kecil.

Dia mulai belajar fisika di Universitas Manchester dan mendapatkan gelar master dalam Kristalografi Sinar-X pada 1931.

Stanley Hey kemudian mencoba mengaplikasikan ilmunya sebagai guru fisika.

Perang mengubah semua dan memaksa orang untuk ikut andil di dalamnya.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Adolf Hitler Resmi Jadi Warga Negara Jerman

Hey sempat mengikuti kursus pada Sekolah Radio Angkatan Darat dan masuk dalam Grup Riset Operasional Angkatan Darat.

Ia mulai bekerja pada divisi yang bertugas mencegah gangguan radar dan anti radar.

Selama setahun, gangguan radar Jerman telah menjadi masalah hingga mengakibatkan lolosnya dua kapal perang Jerman (Scharnhorst dan Gneisenau) melalui Selat Inggris karena dibantu oleh radar musuh.

Kondisi ini ditanggapi serius oleh pihak Inggris karena menganggap Jerman telah berhasil mengembangkan alat anti radar yang mampu merusak jangkauan radar sekutu dan meloloskan kapalnya.

Pada Februari 1942, Hey mendapatkan laporan gangguan kebisingan yang parah dari radar anti-pesawat di kisaran 4-8 meter pada titik perbatasan.

Baca juga: Hilangnya Sejumlah Tokoh dan Pemimpin dalam Sejarah...

Menyadari bahwa arah gangguan maksimum tampaknya mengikuti Matahari, ia melakukan pengecekan di Royal Observatory London.

Kesimpulannya, Hey menemukan bahwa bintik matahari, yang diyakini memancarkan aliran ion dan elektron yang energetik dalam medan magnet sekitar 100 G (gauss), dapat memancarkan radiasi gelombang.

Pada 1945, Hey menggunakan radar untuk melacak roket V2 Jerman ketika mendekati London.

Selain itu, dalam pengembangannya, radar juga dapat digunakan untuk melacak arah pergerakan meteor.

Setelah perang, pada 1949, ia diangkat menjadi kepala Kelompok Penelitian Operasional Angkatan Darat.

Hey kemudian bekerja sebagai peneliti di Royal Radar Establishment di Malvern. Di sinilah dia melanjutkan pengamatan astronominya di radio.

Dari 1966 hingga pensiun pada 1969, Hey menjabat sebagai kepala departemen penelitian.

Baca tentang


Sumber History
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X