Bikin Maduro Tersinggung, 6 Kru TV AS Dideportasi dari Venezuela

Kompas.com - 26/02/2019, 21:02 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018). AFP/JUAN BARRETOPresiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018).

CARACAS, KOMPAS.com - Stasiun televisi Amerika Serikat ( AS) berbahasa Spanyol menyatakan, kru mereka telah diberi tahu bakal dideportasi dari Venezuela.

Enam orang kru Univision Noticias yang digawangi presenter Jorge Ramos ditahan pasca-melakukan wawancara dengan Presiden Nicolas Maduro.

Sebabnya dalam wawancara, Ramos menyinggung krisis kemanusiaan hingga penyiksaan lawan politik yang membuat Maduro tak senang.

Baca juga: Akibat Pertanyaan saat Wawancara Maduro, Kru Televisi AS Ditahan Lebih dari 2 Jam

Puncaknya ketika jurnalis veteran kelahiran Meksiko itu menunjukkan video yang memperlihatkan anak-anak Venezuela mengais sampah untuk makan.

Maduro sempat menutupi video itu dengan tangan sebelum berdiri dan menghentikan wawancara dengan keluar dari ruangan.

Setelah itu seorang menteri datang dan memberi tahu wawancara itu tak mendapat izin, lalu Ramos dan krunya ditahan hampir tiga jam serta diinterogasi.

"Mereka menyita peralatan kami. Mereka mendapatkan wawancaranya," kata Ramos kepada Univision dikutip Reuters Selasa (36/2/2019).

Ramos mengatakan otoritas memberi tahu mereka bahwa mereka harus sudah sampai di bandara pada pukul 08.00 waktu setempat.

Di sana, otoritas mengatakan Ramos dan lima kru Univision lainnya sudah dijadwalkan meninggalkan Venezuela menggunakan penerbangan siang ke Miami.

Menteri Informasi Jorge Rodriguez di Twitter menjelaskan, Venezuela sudah menerima ratusan jurnalis untuk wawancara di Istana Mirafloes sebelumnya.

Namun, dia menyatakan Caracas tidak akan mendukung "pertunjukan murahan" yang dilakukan media dengan bantuan Kementerian Luar Negeri AS.

Pemerintah Venezuela menuduh Washington mengatur kudeta yang bertujuan untuk menggulingkan Maduro dari kekuasaan.

Pada Senin (25/2/2019), Washington menargetkan Venezuela dengan sanksi dan meminta sekutu membekukan aset perusahaan minyak negara PDVSA.

Kebijakan itu dilaksanakan setelah pasukan keamanan Venezuela menghalangi upaya untuk memasukkan bantuan kemanusiaan yang dibawa dari Brasil serta Kolombia.

Maduro membantah adanya krisis meski negaranya tengah dihantam hiperinflasi yang membuat 10 persen rakyatnya memilih kabur.

Baca juga: Video Anak Venezuela Mengais Sampah untuk Makan Bikin Maduro Tahan Kru TV AS



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X