Nekat Bawa Bantuan Asing, Warga Venezuela Malah Terjebak di Perbatasan

Kompas.com - 26/02/2019, 16:11 WIB
Pendukung oposisi Venezuela berhadap-hadapan dengan personil militer yang setiap pada Presiden Nicolas Maduro di perbatasan dengan Kolombia, Sabtu (23/2/2019). AFP / SCHNEYDER MENDOZAPendukung oposisi Venezuela berhadap-hadapan dengan personil militer yang setiap pada Presiden Nicolas Maduro di perbatasan dengan Kolombia, Sabtu (23/2/2019).

CUCUTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga Venezuela kini harus tinggal di sepanjang perbatasan Kolombia. Mereka terjebak di sana usai gagal membawa masuk bantuan kemanusiaan.

Diwartakan kantor berita AFP, Selasa (26/2/2019), insiden pada akhir pekan lalu berubah menjadi aksi kekerasan saat pendukung oposisi bentrok dengan pasukan keamanan Venezuela di perbatasan Kolombia dan Brasil.

Perseteruan itu memakan empat korban jiwa. Setelah peristiwa tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menutup empat jembatan di seluruh wilayah yang melintasi batas ke Kolombia.

Baca juga: Wapres Brasil Tolak Invasi AS terhadap Venezuela dari Wilayah Negaranya

Dampaknya, sejumlah penduduk Venezuela yang rela hati berniat mengangkut bantuan asing masih terjebak di wilayah Kolombia.

Tak hanya mereka, pekerja asal Kolombia yang bekerja di Venezuela juga ikut merasakan imbasnya.

Salah satu relawan bernama Nicolasa Gil mengaku tidak masalah dengan tidur di jalan-jalan di kota perbatasan, Cucuta, Kolombia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang mengkhawatirkan saya adalah kembali ke negara saya, kaena kami lebih aman berada di sini," katanya.

Perempuan berusia 71 tahun itu menceritakan kembali upayanya bersama dengan relawan lain yang mencoba melintasi salah satu jembatan pada akhir pekan lalu.

Truk-truk berhasil membawa bantuan makanan dan obat-obatan, namun semuanya berantakan ketika di tengah jalan akibat intervensi polisi.

"Ketika kami mencapai titik itu, mereka menyerang kami dengan tembakan gas air mata dan kami harus meninggalkan truk. Binatang-binatang itu membakar bantuan tersebut," ujarnya.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X