Disiarkan di Televisi, Pidato Tahunan Putin Sepi Peminat

Kompas.com - 26/02/2019, 15:07 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin ketika memberikan pidato tahunan di Moskwa pada 20 Februari 2019. AFP/ALEXANDER NEMENOVPresiden Rusia Vladimir Putin ketika memberikan pidato tahunan di Moskwa pada 20 Februari 2019.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin pada pekan lalu menyampaikan pidato tahunannya dengan menyoroti permasalahan isu domestik.

Berbicara di depan 2.000 pejabat senior pemerintahan dan disiarkan melalui televisi, dia fokus dalam kebijakan ekonomi dalam negeri dan pengembangan sosial.

"Menyelesaikan masalah demografi, meningkatkan harapan hidup dan menurunkan angka kematian secara langsung terkait dengan mengatasi kemiskinan," katanya, seperti diwartakan The Moscow Times.

Baca juga: Berita Palsu soal Putin Berburu Harimau Raih Penghargaan di Perancis

"Kita butuh pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Cara satu-satunya dengan mengatasi kemiskinan, dan memastikan stabilitas serta peningkatan pendapatan bagi rakyat," lanjutnya.

Selain itu, Putin juga menyinggung soal rencana pembuatan senjata baru Rusia dan penarikan diri Amerika Serikat dari kesepakatan soal rudal jarak menengah atau INF.

Meski mendapat sambutan dari para hadirin, ternyata pidato tahunan Putin justru sepi peminat.

Hal ini dibuktikan dengan data rating televisi yang menyiarkan pidato Putin mengalami penurunan terendah sejak 2013 secara nasional.

Melansir dari VOA News, data dari lembaga penelitian Mediascope menunjukkan, hanya 6,3 persen warga Rusia yang meyaksikan pidato tahunan Putin di depan parlemen pada 20 Februari lalu.

Angka tersebut diperoleh dengan menelusuri lebih dari 100.000 orang yang tinggal di kota-kota Rusia.

Secara berturut-turut, jumlah penonton TV pidato tahunan Putin telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2015, pidatonya hanya disaksikan oleh 8 persen warga Rusia melalui layar kaca, kemudian 6,7 persen pada 2016 dan 6,5 persen pada tahun lalu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X