Di Maroko, Pangeran Harry dan Meghan Minum Teh Bersama Raja Mohammed VI

Kompas.com - 26/02/2019, 07:25 WIB
Pangeran Harry (empat dari kanan) bersama Meghan Markle (dua dari kiri) saat bertemu keluarga kerajaan Maroko, Senin (25/2/2019). TWITTER / KENSINGTON PALACEPangeran Harry (empat dari kanan) bersama Meghan Markle (dua dari kiri) saat bertemu keluarga kerajaan Maroko, Senin (25/2/2019).

RABAT, KOMPAS.com - Pasangan keluarga Kerajaan Inggris, Pangeran Harry dan Meghan Markle melakukan kunjungan resmi ke Maroko, Sabtu (23/2/2019).

Keduanya melakukan serangkaian kegiatan pada hari ketiga kunjungan, Senin (25/2/2019), mulai dari melihat terapi kuda untuk difabel hingga minum teh bersama Raja Mohammed VI.

Pasangan yang baru menikah pada tahun lalu itu juga mencicipi hidangan lokal bersama dengan anak-anak kurang mampu di Rabat.

Mengawali agenda hari itu dengan melihat klub berkuda di Sale, Duke dan Duchess of Sussex bertemu anak-anak muda difabel yang bertugas merawat kuda-kuda di sana.


Baca juga: Diutus Pemerintah Inggris, Pangeran Harry dan Meghan Markle Pergi ke Maroko

Merawat kuda menjadi semacam terapi bagi pemuda-pemudi difabel itu yang akan membantu mereka dalam menghadapi tantangan karena kondisi mereka.

Meghan pun menyempatkan berbincang dengan beberapa dari pemuda difabel tersebut. Dia menyapa Zakaria, pemuda 20 tahun dengan masalah mobilitas yang kini menjadi instruktur teknologi informasi (TI) setelah menjalani terapi kuda.

Kemudian ada Driss (24) yang memiliki kesulitan berbicara,an Ikram (19), yang memiliki Down syndrome.

Pasangan kerajaan Inggris itu kemudian melanjutkan dengan berkumpul bersama anak-anak kurang beruntung dan mencicipi masakan khas Maroko, seperti sup tradisional harira, tajine, salad, hingga couscous.

Meghan pun menyempatkan membuat pancake menggunakan resep dari buku yang dirilisnya tahun lalu, dalam rangka proyek amal solonya yang pertama.

Usai mengunjungi Kasbah Udayas, sebuah benteng di mulut sungai Bou Regreg, Pangeran Harry dan Meghan pun bergabung dengan Raja Mohammed VI bersama Pangeran Mahkota Maroko, Moulay Hassan.

Mereka berbincang sambil menikmati secangkir teh, dengan Pangeran Harry juga menyampaikan surat yang dititipkan oleh neneknya, Ratu Elizabeth II.

Baca juga: Gaya Anggun Meghan Markle di Maroko

Kunjungan resmi pasangan keluarga kerajaan Inggris itu juga sebagai permintaan dari London untuk mempererat hubungan dengan Kerajaan Maroko.

Pangeran Harry dan Meghan, dalam kunjungan kali ini, fokus pada inisiatif untuk mempromosikan pendidikan bagi anak-anak perempuan, serta pemberdayaan kaum perempuan dan difabel.

Kunjungan itu juga diyakini untuk membantu memperkuat hubungan kedua negara, terutama karena Inggris ingin meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara di luar Uni Eropa pasca-Brexit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X