Biarkan Putrinya Dilecehkan secara Seksual selama 7 Tahun, Seorang Ibu Dipenjara

Kompas.com - 25/02/2019, 16:22 WIB
Ilustrasi keputusan persidangan. SHUTTERSTOCKIlustrasi keputusan persidangan.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Seorang ibu di Singapura dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara pada Senin (25/2/2019) karena membiarkan putrinya menjadi korban pelecehan seksual selama tujuh tahun.

Tindakan pelecehan tersebut dialami sang anak sejak berusia tujuh tahun oleh kekasih ibunya. Namun saat korban memberitahukan pelecehan itu dan kekasihnya membantah, ibu berusia 40 tahun itu membiarkannya.

Putrinya mengalami pelecehan seksual dari kekasih ibunya sejak 2010, saat masih berusia tujuh tahun.

Korban pernah mengadu kepada ibunya atas pelecehan yang dialaminya. Namun setelah sang ibu tidak mengambil tindakan, korban memilih merahasiakannya karena tidak ingin ibunya bertengkar dengan kekasihnya.

Baca juga: 6 Trainee Idola K-pop Laporkan CEO Agensi Mereka atas Tuduhan Pelecehan Seksual

Hingga pada 2016, korban akhirnya melaporkan pelaku ke polisi. Selama rentang waktu itu, korban mengaku terus mendapatkan pelecehan dari pelaku.

Karena dianggap telah sengaja tidak melaporkan adanya pelanggaran, wanita itu dijatuhi hukuman penjara selama enam bulan.

Kekasihnya, yang berusia 48 tahun, telah dijatuhi hukuman penjara 34 tahun ditambah 24 kali pukulan tongkat atas perbuatan pelecehan seksual dan perkosaan. Pelaku saat ini sedang menjalani masa hukumannya.

Dalam persidangan di pengadilan, Senin (25/2/2019), ibu korban dijatuhi hukuman maksimal untuk tindakan pembiaran tindak kejahatan dengan penjara enam bulan.

Wakil Jaksa Penuntut Umum, Chee Ee Ling, mengatakan, korban telah mengalami kejahatan tingkat tinggi.

"Sikap egois ibu korban telah mendorong meningkatnya pelanggaran seksual yang dialami putrinya," ujarnya.

Terdakwa hadir di persidangan tanpa didampingi pengacara dan mengaku mengalami sakit sendi, sehingga harus dibantu berjalan. Dia juga mengaku harus merawat ibunya yang menderita sakit kanker.

Selain menjatuhkan hukuman penjara selama enam bulan, terdakwa juga dilarang menghubungi putrinya sampai masa hukumannya usai.

Baik korban, ibu korban, maupun pelaku, tidak diungkapkan identitasnya kepada media demi alasan keamanan dan perintah pengadilan. Demikian dilansir Channel News Asia.

Baca juga: Kisahkan Pelecehan Seksual, Pembelot Wanita Korut: Kami seperti Mainan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Internasional
AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

Internasional
Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini 'Dibebaskan' Setelah 15 Tahun

Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini "Dibebaskan" Setelah 15 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X