Selundupkan 6 Juta Batang Rokok ke Australia, Dua Pria Malaysia Ditahan

Kompas.com - 25/02/2019, 12:28 WIB
Ilustrasi rokok. SHUTTERSTOCKIlustrasi rokok.

MELBOURNE, KOMPAS.com - Dua pria berkewarganegaraan Malaysia diputuskan bersalah telah menyelundupkan hingga lebih dari 6 juta batang rokok ke Australia.

Pasukan Perbatasan Australia (ABF) mengatakan dalam rilisnya, Sabtu (23/2/2019), kasus penyelundupan tersebut terungkap pada Agustus 2017.

Kedua pria yang diduga terkait jaringan sindikat yang lebih besar tersebut dicegat saat hendak meninggalkan Australia pada 13 Agustus 2017.

Dalam penyelundupan itu, rokok-rokok tersebut disembunyikan di dalam bungkus yang didesain khusus.

Paket jutaan batang rokok itu dikirim dari Malaysia dan telah merugikan negara sebesar lebih dari 4 juta dollar Australia (sekitar Rp 40 miliar).

Baca juga: Turki Gagalkan Penyelundupan Alkitab Berusia 1.200 Tahun

Satu orang Malaysia yang tidak diungkapkan identitasnya itu, telah mengaku bersalah dalam persidangan di Pengadilan Melbourne pada 20 Februari lalu.

Dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan akan dikenakan masa bebas bersyarat tiga tahun.

Barang bukti rokok ilegal yang disita Pasukan Perbatasan Australia dari penyelundup asal Malaysia.CHANNEL NEWS ASIA / AUSTRALIA BORDER FORCE Barang bukti rokok ilegal yang disita Pasukan Perbatasan Australia dari penyelundup asal Malaysia.
"Setelah dibebaskan dari penjara, individu tersebut akan dipindahkan dari Australia," kata ABF dalam pernyataannya, dikutip Channel News Asia, Senin (25/2/2019).

Sementara seorang tersangka lainnya, juga telah mengaku bersalah dan akan menjalani sidang pembacaan hukuman pada April mendatang.

ABF menambahkan dalam laporannya, selain dua tersangka, pihaknya juga menahan tiga warga negara Malaysia lainnya, yang kedapatan sedang membongkar kiriman rokok di dua lokasi berbeda pada 10 Agustus 2017.

Baca juga: Penyelundupan Kokain oleh Kartel Terbesar Kolombia Digagalkan Polisi

Para tersangka ditangkap dan didakwa di bawah Undang-Undang Bea Cukai 1901 atas kepemilikan produk tembakau, yang mereka ketahui telah diimpor dengan tujuan melakukan penipuan pendapatan.

Mereka telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman antara 16 hingga 24 bulan penjara atas keterlibatan dalam kejahatan impor.

Dalam satu tahun terakhir, ABF mengklaim telah melakukan lebih dari 110.000 pendeteksian tembakau ilegal di perbatasan, termasuk hampir 240 juta batang rokok dan 217 tom tembakau bernilai lebih dari 356 juta dollar Australia (sekitar Rp 3,5 triliun).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X