Pasukan Kurdi Suriah Ekstradisi 280 Anggota ISIS ke Irak

Kompas.com - 25/02/2019, 09:08 WIB
Anggota pasukan Kurdi Suriah bersiaga sementara konvoi truk membawa warga sipil keluar dari benteng terakhir ISIS di Desa Baghouz, Rabu (20/2/2019).AFP / BULENT KILIC Anggota pasukan Kurdi Suriah bersiaga sementara konvoi truk membawa warga sipil keluar dari benteng terakhir ISIS di Desa Baghouz, Rabu (20/2/2019).

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pasukan Demokratik Suriah ( SDF) yang didukung AS dilaporkan telah mengekstradisi hingga 280 anggota kelompok teroris ISIS ke Irak.

Jumlah tersebut bertambah dibandingkan laporan sebelumnya yang menyatakan hanya memulangkan sekitar 130 anggota ISIS asal Irak.

Disampaikan kantor media keamanan Irak, SDF telah menahan sejumlah besar anggota asing ISIS dari berbagai negara, termasuk lebih dari 500 asal Irak. Dari jumlah tersebut sebagian telah dipulangkan ke Baghdad.

"Sejauh ini sudah sebanyak 280 (warga Irak) yang dipulangkan," tulis laporan media Irak, Minggu (24/2/2019).

Baca juga: Pasukan Kurdi Suriah Serahkan 130 Anggota ISIS Asal Irak ke Baghdad

Pemulangan anggota ISIS asal Irak itu disebut telah dilakukan dalam beberapa gelombang pengiriman. Sebelumnya pada Kamis (21/2/2019), sebanyak 130 warga Irak telah dipulangkan.

Namun kabar pengiriman anggota ISIS asal Irak itu sempat dibantah salah seorang juru bicara pasukan yang didukung AS.

"Pengiriman tersebut telah diatur untuk terus dilanjutkan hingga selesai," tulis pernyataan media keamanan Irak, dikutip AFP.

"Pasukan keamanan Irak telah menerima daftar nama yang akan diperiksan berdasarkan data yang dimiliki dan tetap berkoordinasi dengan pihak pengadilan yang telah mengeluarkan surat dakwaan terhadap anggota militan," lanjut pernyataan itu.

Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi mengatakan dalam konferensi pers mingguannya, Selasa (19/2/2019) pekan lalu, bahwa negaranya kini masih memantau situasi di Suriah timur secara cermat, karena mereka khawatir sisa-sisa anggota ISIS dapat menyelinap melalui perbatasan dan masuk ke wilayah Irak.

Irak telah mendeklarasikan kemenangan atas ISIS pada Desember 2017, setelah berhasil mengusir para anggota teroris dari petak-petak yang sempat dikuasai pada 2014.

Sementara di Suriah, pasukan yang didukung AS, telah berhasil mengepung kelompok terakhir ISIS dalam area pertahanan mereka yang tersisa kurang dari 500 meter persegi di sebuah desa di wilayah timur.

Mereka kini tengah bersiap untuk melancarkan serangan terakhir segera setelah mampu mengeluarkan seluruh warga sipil yang masih terjebak di wilayah ISIS.

Kabar terakhir pada Rabu (20/2/2019) menyebutkan ratusan warga sipil telah dikeluarkan dari wilayah terakhir ISIS menggunakan truk-truk yang membawa mereka ke kawasan yang dikuasai pasukan koalisi pimpinan AS.

Baca juga: Konvoi Truk Warga Sipil Terlihat Keluar dari Wilayah Terakhir ISIS



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X