Mahathir Peringatkan akan Adanya Intervensi Asing di ASEAN

Kompas.com - 23/02/2019, 19:08 WIB
PM Malaysia Mahathir Mohamad  saat berdiskusi di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Kamis (25/10/2018). AFP/LILLIAN SUWANRUMPHAPM Malaysia Mahathir Mohamad saat berdiskusi di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Kamis (25/10/2018).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berkata, persaingan serta intervensi asing di Timur Tengah menjadi penanda agar negara Asia Tenggara ( ASEAN) waspada.

Dilansir The Star Sabtu (23/2/2019), Mahathir mengungkapkan jika ASEAN terutama Malaysia tak waspada, dia khawatir mereka bakal bernasib seperti di Timur Tengah.

Baca juga: Ada Rumor Dirinya Akan Digulingkan, Ini yang Bakal Dilakukan Mahathir

PM berjuluk Dr M itu menjelaskan negara Asean bakal dipaksa untuk membeli senjata dari negara besar supaya saling bertikai.

"Menghasilkan keuntungan bagi negara asing maupun kekuatan besar yang terlibat. Di sisi lain, negara Asean mengalami kemiskinan dan ketidakstabilan," tuturnya.

PM yang pertama kali menjabat pada periode 1981 hingga 2003 itu mengatakannya dalam simposium serta pameran foto bertajuk Stand with Yemen.

Dia mengatakan sudah melihat benih-benih konfrontasi di mana garis perbatasan sudah dibuat, armada tengah dipersiapkan, dan pangkalan militer sedang dibangun.

Mahathir berujar dia bakal bekerja sama dengan para pemimpin Asean untuk meningkatkan kerangka kerja regional, dan memastikan tidak ada ruang bagi intervensi asing.

Selain itu, kerangka kerja tersebut juga menghendaki rivalitas Amerika Serikat (AS) dan China tak sampai melumpuhkan Asia Tenggara.

Dia menegaskan Malaysia adalah negara yang terbuka dan bersahabat dengan negara lain, serta tidak akan mengandalkan aliansi militer atau kemitraan strategis lain.

"Kebijakan ini telah menyelamatkan Malaysia dan ASEAN dari persaingan asing di masa lalu dan akan tetap relevan di masa mendatang," bebernya.

PM berusia 93 tahun itu menegaskan agar negara lain tidak berharap banyak Malaysia bakal memihak atau mengikuti kampanye militer negara lain.

Dia menuturkan, negaranya bakal menyambut baik siapa saja yang datang untuk membuat Malaysia menjadi lebih makmur dan kuat.

"Namun, kami bakal menolak dengan tegas jika ada datang dengan maksud mendominasi dan ingin membagi kawasan ini supaya saling bertikai," tegas Mahathir.

Baca juga: Sri Mulyani: Soal Unicorn di ASEAN, Indonesia Dianggap Negara Maju...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X