Botswana Pertimbangkan Cabut Larangan Perburuan Gajah

Kompas.com - 23/02/2019, 11:59 WIB
Sekelompok gajah Afrika. ShutterstockSekelompok gajah Afrika.
|

GABORONE, KOMPAS.com - Pemerintah Botswana mempertimbangkan untuk mencabut larangan perburuan gajah untuk mengendalian konflik manusia dan gajah yang terus meningkat.

Botswana merupakan rumah bagi 130.000 ekor gajah Afrika atau sepertiga dari seluruh populasi hewan besar tersebut di benua itu.

Sejumla politisi Botswana menyebut  jumlah populasi gajah yang besar tu menimbulkan masalah terutama bagi para petani berskala kecil.

Baca juga: Diserang Lebah, Sekelompok Gajah Afrika Lari Tunggang Langgang

Negeri yang berada di wilayah selatan Afrika ini memberlakukan larangan perburuan gajah pada Januari 2014.

Namun, kini sebuah komite yang dibentuk Presiden Mokgweetsi Masisi akan mengevaluasi larangan berburu itu dan sudah memberikan rekomendasi kepada presiden pada Kamis (21/2/2019).

Juru bicara pemerintah Botswana mengatakan, Presiden Masisi akan membaca laporan itu dan akan mempertimbangkan rekomendasi komisi.

"Keputusan untuk menghentikan perburuan dilakukan berdasarkan informasi yang mengindikasikan sejumlah spesies di negeri ini terancam," demikian laporan komite.

"Kami merekomendasikan, sebuah payung hukum yang memungkinkan pertumbuhan industri safari berburu dan mengeloa populasi gajah di negeri ini di dalam cakupan historis," kata Frans van der Westhuizen, ketua komite bentukan presiden.

Presiden Masisi membentuk komite ini pada Juni 2018 untuk mempertimbangkan pencabutan larangan berburu yang diterapkan mantan presiden Ian Khama.

Keputusan untuk menerapkan larangan berburu itu dilakukan setelah sejumlah survey menunjukkan populasi gajah di wilayah utara Botswana berkurang.

Masisi mengatakan, dia akan membahas  laporan komite degngan kabinet sebelum mengambil keputusan.

Baca juga: Kecam Perburuan Hewan, Pangeran Harry Unggah Fotonya Peluk Gajah Afrika

Botswana, yang memiliki wilayas seluas Perancis tetapi sebagian besar merupakan wilayah kering itu, berpenduduk 2,3 juta jiwa.

Masih dominannya alam liar di negeri itu menarik wisatawan asing yang ingin menyaksikan kehidupan liar di Botswana.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X