10 Fakta Mengenai Kapal Pencuri Ikan Andrey Dolgov...

Kompas.com - 22/02/2019, 18:52 WIB
Kapal asing buronan Interpol berbendera Togo, Afrika, yang berhasil ditangkap TNI AL Lanal Sabang di perairan laut Aceh, ditunjukkan kepada wartawan, Sabtu (7/4/2018). Dalam kapal STS-50 Sea Breeze Andrey Dolgov STD No 2  itu TNI AL Lanal Sabang juga mengamankan 30 orang anak buah kapal (ABK) di antaranya 2 warga negara Australia, 8 warga Rusia dan 20 warga Indonesia. KOMPAS.com/RAJA UMARKapal asing buronan Interpol berbendera Togo, Afrika, yang berhasil ditangkap TNI AL Lanal Sabang di perairan laut Aceh, ditunjukkan kepada wartawan, Sabtu (7/4/2018). Dalam kapal STS-50 Sea Breeze Andrey Dolgov STD No 2 itu TNI AL Lanal Sabang juga mengamankan 30 orang anak buah kapal (ABK) di antaranya 2 warga negara Australia, 8 warga Rusia dan 20 warga Indonesia.

KOMPAS.com - Kapal penangkap ikan Andrey Dolgov berhasil ditangkap di perairan Indonesia setelah mengalami perburuan selama tiga pekan di berbagai negara.

Bahkan, sebelumnya kapal itu diketahui telah beroperasi secara ilegal selama 10 tahun di berbagai perairan dunia.

Awalnya, kapal dengan nomor lambung FN STS-50 itu ditahan karena menggunakan sertifikat palsu yang menyatakan kapal itu berbendera Togo.

Setelah diperiksa, petugas kemudian menemukan 600 buah jala yang yang bisa disebar sepanjang hampir 30 kilometer. Namun, ternyata peralatan ini merupakan perangkat yang dilarang Komisi Konservasi Sumber Daya Laut Antartika (CCAMLR). 


CCAMLR bahkan sudah memasukkan kapal ini ke dalam daftar hitam. Akhir perjalanan kapal penangkap ikan ilegal itu berhenti di perairan Indonesia. Berikut faktanya:

1. Ditangkap oleh AL Indonesia

Kapal penangkap ikan yang menjadi buruan banyak negara di dunia itu akhirnya berhasil ditaklukkan oleh kapal bersenjata lengkap milik TNI AL Indonesia, KRI Simeulue 2.

Penangkapan itu terjadi pada April 2018 lalu di Perairan Malaka, 60 mil dari Sabang, tenggara Pulau We.

Kru kapal Andrey Dolgov menyerah kepada TNI AL setelah mati langkah dan tak lagi punya pilihan lain.

Kapal berkarat itu ditangkap menggunakan perangkap khusus yang sudah disiapkan selama berbulan-bulan.  Dalam upaya penyergapannya, TNI AL juga melibatkan pesawat tanpa awak atau drone untuk mengelilingi kapal itu.

Keberhasilan ini menjadi akhir dari upaya penangkapan 3 minggu terakhir yang dilakukan oleh tim Interpol dan Fish-I America di seluruh perairan Samudra Indonesia.

Baca juga: 10 Tahun Merampok Ikan Dunia, Andrey Dolgov Ditangkap di Indonesia

2. Buruan Interpol

Kapal ini sudah menjadi buruan Interpol juga masuk catatan hitam oleh Komisi Konservasi Sumber Daya Laut Antartika (CCAMLR), sejak 2016.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
Kembali Disebut Trump 'Pria Roket', Kim Jong Un Tidak Senang

Kembali Disebut Trump "Pria Roket", Kim Jong Un Tidak Senang

Internasional
Trump Sebut Perdana Menteri Kanada 'Si Muka Dua' di Pertemuan NATO

Trump Sebut Perdana Menteri Kanada "Si Muka Dua" di Pertemuan NATO

Internasional
13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

Internasional
Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Internasional
Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Internasional
Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Internasional
Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Internasional
AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

Internasional
Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Internasional
Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Internasional
Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

Internasional
UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X