Krisis Venezuela, Maduro Tutup Pintu Perbatasan dengan Brazil

Kompas.com - 22/02/2019, 07:06 WIB
Gambar yang dirilis oleh Kantor Pers Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro (baju putih) bersama Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (paling kiri), dan petinggi militer lain menghadiri latihan perang di Fort Guaicaipuro di Negara Bagian Miranda pada Minggu (10/2/2019).AFP/HO/Venezuelan Presidency Gambar yang dirilis oleh Kantor Pers Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro (baju putih) bersama Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (paling kiri), dan petinggi militer lain menghadiri latihan perang di Fort Guaicaipuro di Negara Bagian Miranda pada Minggu (10/2/2019).

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan penutupan perbatasan dengan Brasil pada Kamis (21/2/2019) malam.

Upaya itu diambil di tengah perselisihan mengenai bantuan kemanusiaan asing yang dilarang masuk ke negara tersebut.

Perbatasan dengan Brasil akan sepenuhnya ditutup mulai pukul 20.00 waktu setempat sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Baca juga: Bawa Masuk Bantuan AS ke Venezuela, Guaido Akan Pergi ke Perbatasan

Melansir dari BBC, pemimpin sayap kiri tersebut juga mempertimbangkan untuk menutup perbatasan dengan Kolombia.

Tujuannya, untuk menghentikan pihak oposisi mengangkut bantuan dari Amerika Serikat ke Venezuela, yang kini bertumpuk di perbatasan.

"Saya tidak ingin mengambil keputusan seperti ini, tapi saya sedang mengevaluasinya, penutupan secara total perbatasan dengan Kolombia," katanya.

Maduro menyangkal adanya krisis di negaranya. Dia justru menyebut pengiriman bantuan itu diatur oleh AS untuk menggulingkan pemerintahannya dan merebut cadangan minyak.

Dia telah memerintahkan militer untuk memblokade jembatan perbatasan utama untuk mencegah pasokan bantuan memasuki negara dari Cucuta, Kolombia.

Maduro menyebut penutupan perbatasan dengan Kolombia itu dipicu oleh provokasi Presiden Kolombia Ivan Duque dan Presiden AS Donald Trump.

"Saya menganggap Ivan Duque secara pribadi bertanggung jawab atas kekerasan di perbatasan," ucapnya, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Seperti diketahui, pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido telah menyerukan upaya membawa bantuan kemanusiaan masuk ke negara meski ada blokade militer.

Dia berangkat dalam konvo kendaraan untuk secara personal mengambil banyian AS yang menumpuk di perbatasan Kolombia.

Dia meninggalkan ibu kota Caracas menuju perbatasan Kolombia dengan konvoi beberapa kendaraan untuk menempuh perjalanan sejauh 900 km.

Baca juga: Cegah Bantuan Asing, Venezuela Tutup Perbatasan Laut dan Udara dengan Pulau Curacao

Guaido diakui presiden sementara Venezuela oleh lebih dari 50 negara.

Pengiriman bantuan makanan dan obat-obatan untuk penduduk yang dilanda krisis menjadi fokus utama perselisihan kekuasaan antara Maduro dan Guaido.

Guaido menyebut sebanyak 300.000 orang terancam mati jika bantuan tak masuk dan disalurkan kepada masyarakat Venezuela.



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X