Kompas.com - 21/02/2019, 23:45 WIB
Personil militer Iran berdiri di kapal selam selama parade angkatan laut pada hari terakhir dari latihan perang di Laut Oman, dekat Selat Hormuz, Mei 2015. (Foto: dokumentasi) Reuters/Stringer IranPersonil militer Iran berdiri di kapal selam selama parade angkatan laut pada hari terakhir dari latihan perang di Laut Oman, dekat Selat Hormuz, Mei 2015. (Foto: dokumentasi)

TEHERAN, KOMPAS.com - Militer Iran mengumumkan akan meluncurkan agenda latihan angkatan laut selama tiga hari mulai Jumat (22/2/2019) di wilayah Teluk dan perairan Samudra Hindia yang menjadi rute pelayaran global yang sensitif.

Disampaikan Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Hossein Khanzadi, latihan tersebut merupakan agenda rutin yang dijalankan setiap tiga tahun sekali.

"Latihan tersebut akan diadakan di wilayah perairan Selat Hormuz, Pantai Makran, Laut Oman dan di utara Samudra Hindia, meliputi luas area 2 juta kilometer persegi dan akan dilangsungkan selama tiga hari," kata Khanzadi, Kamis (21/2/2019).

Baca juga: Angkatan Laut Iran Berencana Kirim Armadanya dalam Misi ke Samudra Atlantik

Ditambahkannya, latihan tersebut bertujuan untuk evaluasi peralatan angkatan laut, berlatih meluncurkan senjata dan memungkinkan pasukan untuk selalu dalam kondisi siap untuk pertempuran sesungguhnya.

Agenda latihan yang disebut dengan "Velayat 97" itu akan menerjunkan armada kapal selam, kapal perang, helikopter, dan drone milik militer Iran.

"Latihan itu juga akan mencakup peluncuran rudal dari kapal," tambah Khanzadi, dilansir AFP.

Area latihan disebut sebagai jalur penting untuk pelayaran dunia dengan sepertiga pengiriman laut minyak dunia melewati kawasan Teluk.

Selat Hormuz juga adalah rute transit internasional di mana pasukan Amerika secara rutin melewati kawasan itu dan telah dijumpai terjadinya ketegangan antara pasukan AS dengan Iran di masa lalu.

Agenda latihan angkatan laun Iran ini juga menjadi sorotan lantaran diluncurkan di tengah situasi meningkatnya ketegangan antara Teheran dengan rivalnya, Arab Saudi, dan AS yang belum lama ini kembali memberlakukan sanksi kepada Iran setelah keluar dari perjanjian nuklir 2015.

Baca juga: Angkatan Laut Iran dan Rusia Agendakan Latihan Gabungan di Laut Kaspia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.