Kompas.com - 21/02/2019, 09:57 WIB

DHAKA, KOMPAS.com - Sebanyak 56 orang dilaporkan tewas dalam insiden kebakaran hebat yang melanda gedung apartemen di Chawkbazar, Dhaka, Bangladesh, Rabu (20/2/2019) malam.

Laporan NDTV menyebutkan, api menghanguskan empat bangunan yang bersebelahan, yang juga digunakan sebagai gudang bahan kimia.

Gudang yang berisi bahan kimia, parfum, dan butiran plastik sangat mudah terbakar dan meledak dalam api.

Baca juga: Inggris dan Bangladesh Cuci Tangan Terkait Nasib Shamima

Kebakaran dimulai sekitar pukul 22.40 waktu setempat. Meski api bisa diatasi, namun belum sepenuhnya padam kendati ada upaya yang dilakukan oleh 200 petugas pemadam kebakaran.

Kebakaran membuat puluhan orang terjebak di dalam gedung dan tidak dapat melarikan diri ke jalan-jalan sempit.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Bangladesh Ali Ahmed mengatakan, jumlah korban tewas diperkirakan akan bertambah.

"Jumlah jenazah yang ditemukan mungkin meningkat. Pencarian masih berlangsung," katanya, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Ahmed mengatakan kobaran api kemungkinan berasal dari tabung gas, sebelum akhirnya dengan cepat menyebar melalui tempat penyimpanan bahan kimia.

"Ada kemacetan lalu lintas ketika kebakaran terjadi. Api menyebar begitu cepat sehingga orang tidak bisa melarikan diri," ujarnya.

Saksi mata mengatakan, anggota keluarga dari pengantin perempuan banyak yang mengalami luka bakar.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP,NDTV
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.