Jadi Pengantin ISIS, Hoda Muthana Dilarang Trump Pulang ke AS

Kompas.com - 21/02/2019, 07:48 WIB
Hoda Muthana, perempuan asal Alabama, Amerika Serikat, yang bergabung dengan ISIS di Suriah. (AFP) Hoda Muthana, perempuan asal Alabama, Amerika Serikat, yang bergabung dengan ISIS di Suriah. (AFP)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melarang perempuan yang gabung kelompok ISIS masuk ke negaranya.

Hoda kini ditahan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin AS di Suriah. Dia meminta untuk kembali pulang ke AS.

"Saya telah mengintruksikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan dia sepenuhnya sepakat, tidak mengizinkan Hoda Muthana kembali ke negara ini," kicaunya di Twitter.

Baca juga: Sangat Menyesal Gabung dengan ISIS, Sekarang Hoda Ingin Pulang ke AS


Penolakan Trump mengakui perempuan berusia 24 tahun itu bersamaan dengan upayanya untuk menekan Eropa menerima kembali warga negaranya masing-masing yang merupakan eks anggota ISIS.

Diwartakan kantor berita AFP, ISIS kini diambang kekalahan menyusul wilayah terakhir mereka di Suriah yang tinggal beberapa ratus meter persegi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Rabu (20/2/2019) menyatakan, pengantin ISIS bernama Hoda Muthana bukanlah warga negara AS.

"Hoda Muthana bukan warga negara AS dan tidak akan pernah diterima di Amerika Serikat," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan.

"Dia tidak memiliki basis legal, tidak ada paspor AS yang valid, tidak ada hak untuk paspor atau visa bepergian ke AS," imbuhnya.

Berdasarkan Amendemen ke-14 Konstitusi AS yang diratifikasi pada 1868 setelah perbudakan dihapuskan, menetapkan bagi siapa pun yang lahir di negara tersebut memiliki hak penuh sebagai warga negara AS.

Hoda dibesarkan di Alabama. Dia diyakini melakukan perjalanan ke Suriah dengan paspor AS. Namun dalam penyelidikan ditemukan bahwa dia tidak berhak atas paspornya.

"Kewarganegaraan Hoda Muthana tidak dicabut karena dia tidak pernah menjadi warga negara," ujar seorang pejabat AS.

Yaha Hoda disebut merupakan seorang diplomat dari Yaman, dan anak-anak diplomat tidak secara otomatis diberi kewarganegaraan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X