Kompas.com - 20/02/2019, 22:01 WIB

4. Memulai Masa Ekspansi
Selama 35 tahun berikutnya, Timur memperluas daerah kekuasaannya dengan ekspedisi militer dan memerangi wilayah lain.

Dia tidak hanya mengonsolidasikan kekuasaan dengan menghancurkan musuhnya. Namun juga mengincar daerah yang belum dijamah manusia.

Penaklukannya di kawasan barat dan barat laut telah membawanya ke kawasan Laut Caspia, tepi Sungai Ural serta Sungai Volga.

Baca juga: Presiden Ukraina: Putin Ingin Kekaisaran Rusia Bangkit Lagi

Kemudian kampanye militer ke selatan dan barat daya membawa Timur ke berbagai provinsi di Persia seperti Baghdad, Karbala, hingga Irak Utara.

Salah satu musuh tangguh yang pernah dilawan Timur adalah keturunan lain Gengis Khan bernama Tokhtamysh yang pernah menjadi pengungsi.

Sempat dilindungi Timur, Tokhtamysh menjadi penguasa utara Kipchak serta Golden Horde. Keduanya berebut pengaruh di Khwarizm dan Azerbaijan.

Meski begitu, Timur masih mendukung Tokhtamysh ketika memerangi orang Rusia. {ada 1382, dia menghancurkan pasukan Muscovite dan membakar Moskwa.

Salah satu kisah lain yang terkenal adalah ketika Timur melakukan penyerbuan ke Moskwa setelah mengalahkan Ryazan dan membekap Elets.

Saat itu, Pangeran Besar Vasily I dari Moskwa bergerak bersama pasukan Kolomna dan sampai di tepi Oka River untuk membendung militer Timur.

Untuk menambah moral tempur, pendeta membawa gambar Theotokos (Perawan Maria dan Bayi Yesus) dari Vladimir menuju Moskwa.

Di tengah perjalanan, pendeta itu berlutut dan berdoa "Ya Bunda Tuhan, selamatkanlah tanah air Rusia!". Tiba-tiba, pasukan Timur mundur.

Untuk mengenang pembebasan Rusia dari Timur secara ajaib, setiap 26 Agustus, mereka merayakan hari Pertemuan Bunda Allah Maha Kudus dari Vladimir.

Baca juga: Ratusan Koin Emas Ditemukan, Bukti Runtuhnya Kekaisaran Romawi?

5. Kematian
Pada Desember 1404, Timur hendak menginvasi Dinasti Ming di China dan mempersiapkan serangan dengan target eksekusi di musim semi.

Namun dia terserang penyakit ketika berusaha mencapai China akibat musim dingin saat berada di kawasan Syr Daria.

Dia meninggal dunia dalam usia 68 tahun pada 19 Februari 1405 di Farab sebelum sempat mencapai perbatasan China.

Sebelum meninggal, Timur memutuskan membagi daerah kekuasaannya bagi anak serta cucunya yang selamat dalam pertempuran.

Jenazahnya kemudian dibalsem, dibaringkan dalam peti kayu eboni, dan dibawa ke Samarkand untuk dimakamkan di mausoleum yang kini bernama Guri Amir.

Baca juga: Tukang Loak AS Temukan Telur Emas Kekaisaran Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.