Pesawat MBS Sempat Ditolak Mendarat di India Usai Mengunjungi Pakistan

Kompas.com - 20/02/2019, 20:34 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi menyambut kedatangan Pangeran Mohammed bin Salman di New Delhi, Selasa (19/2/2019). (Twitter/Narendra Modi)
Perdana Menteri India Narendra Modi menyambut kedatangan Pangeran Mohammed bin Salman di New Delhi, Selasa (19/2/2019). (Twitter/Narendra Modi)

NEW DELHI, KOMPAS.com - Kunjungan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) ke India ternyata tidak berjalan selancar yang dikira.

Meski MBS disambut dan diterima langsung oleh Perdana Menteri Narendra Modi saat mendarat di pangkalan angkatan udara wilayah Palam, Selasa (19/2/2019), pesawat yang membawa pangeran mahkota Saudi sempat diminta kembali ke Riyadh.

Menurut laporan media India, pihak New Delhi keberatan dengan kedatangan rombongan Pangeran Mahkota Saudi yang datang langsung dari Pakistan.

Sebelum berkunjung ke India, MBS memang mengawali tur Asia dengan mengunjungi Pakistan, di mana dia bertemu dengan Perdana Menteri Imran Khan dan menandatangani kesepakatan investasi senilai 20 miliar dollar AS (Rp 282,8 triliun).

Baca juga: Awali Tur Asia, MBS Sepakati Investasi Rp 282 Triliun dengan Pakistan

Tiba di Islamabad pada Minggu (17/2/2019), MBS mengakhiri kunjungannya di Pakistan pada Senin (18/2/2019). Namun dia baru tiba di India pada Selasa (19/2/2019) malam.

Pesawat yang membawa MBS ternyata lebih dulu kembali ke Riyadh sebelum terbang ke India, sesuai dengan permintaan negara yang sedang bersitegang dengan Pakistan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"New Delhi telah mengajukan keberatan atas kedatangan MBS yang ke India dari Pakistan," tulis kantor berita India, PTI, yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah ini.

"India menyampaikan kepada otoritas Saudi bahwa kunjungan ke New Delhi oleh pangeran mahkota segera setelah pemberhentiannya di Islamabad tidak bisa diterima," tulis surat kabar harian India, Mint, seperti dikutip The New Arab.

Ketegangan antara India dengan Pakistan dalam beberapa hari terakhir telah meningkat setelah terjadinya insiden berdarah di wilayah yang disengketakan di Kashmir.

Arab Saudi telah berjanji akan membantu mengurangi ketegangan yang terjadi di antara kedua negara tersebut. Alasan itu pula yang menjadikan MBS bersedia memenuhi permintaan untuk kembali ke Riyadh sebelum bertolak ke India.

"Tujuan kami adalah untuk mencoba mengurangi ketegangan antara kedua negara yang saling bertetangga dan untuk melihat apakah ada jalan ke depan untuk menyelesaikan perbedaan secara damai," kata Menteri untuk Urusan Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, dalam konferensi pers di Islamabad, Senin (18/2/2019).

Baca juga: PM India Langgar Protokol saat Sambut Kedatangan Putra Mahkota Saudi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.