Cegah Bantuan Asing, Venezuela Tutup Perbatasan Laut dan Udara dengan Pulau Curacao

Kompas.com - 20/02/2019, 18:40 WIB
Pasukan militer Venezeula memblokir Jembatan Tienditas, di perbatasan antara Cucuta di  Kolombia dan Tachira di Venezuela, dengan kontainer pada Rabu (6/2/2019). (AFP/EDINSON ESTUPINAN) Pasukan militer Venezeula memblokir Jembatan Tienditas, di perbatasan antara Cucuta di Kolombia dan Tachira di Venezuela, dengan kontainer pada Rabu (6/2/2019). (AFP/EDINSON ESTUPINAN)

CARACAS, KOMPAS.com - Militer Venezuela kembali mengambil langkah penutupan perbatasan untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan dari pihak asing.

Sebelumnya jembatan internasional Tienditas yang merupakan penghubung Venezuela dengan kawasan Kukuta di Kolombia telah ditutup menggunakan tiga buah kontainer.

Kali ini militer yang setia dengan Presiden Nicolas Maduro memberlakukan penutupan perbatasan laut dan udara dengan Pulau Curacao di Perairan Karibia.

Pulau tersebut, yang merupakan koloni Belanda, rencananya akan menjadi lokasi untuk menyimpan dan menampung bantuan kemanusiaan yang ditujukan untuk rakyat Venezuela.

Kepastian tentang penutupan perbatasan laut dan udara Venezuela dengan Curacao disampaikan komandan militer regional, Vladimir Quintero, Selasa (19/2/2019).

Baca juga: Maduro: AS Berusaha Memperbudak Venezuela

"Afirmatif," ujar Quintero saat menjawab pertanyaan mengenai laporan media yang menyebutkan penangguhan hubungan laut dan udara Venezuela dengan Pulau Curacao dan pulau-pulau tetangga lainnya di Perairan Karibia, termasuk Aruba dan Bonaire.

Dia tidak memberi komentar lebih jauh mengenai penutupan jalur laut dan udara tersebut.

Di bawah perintah Maduro, militer Venezuela telah membuat barikade untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan di Jembatan Internasional Tienditas.

Presiden Nicolas Maduro menilai, langkah pemberian bantuan hanya akan membuka jalan bagi invasi militer Amerika Serikat.

Sementara pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido, yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara, sedang berupaya membawa masuk bantuan makanan dan obat-obatan ke negaranya mulai Sabtu (23/2/2019).

Bantuan tersebut sementara disimpan di Kolombia, Brasil, serta di Pulau Curacao, Karibia.

Guaido dan Presiden AS Donald Trump telah meminta militer Venezuela untuk meninggalkan Maduro dan mendukung Guaido.

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino memperingatkan angkatan bersenjata akan dikerahkan dan waspada di sepanjang perbatasan untuk menghindari pelanggaran integritas wilayah.

Baca juga: Belanda Siap Bangun Pusat Bantuan Kemanusiaan untuk Venezuela di Karibia



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X