Kompas.com - 20/02/2019, 18:07 WIB

Dalam surat yang diterima ITV, kementerian dalam negeri memerintahkan ibu Shamima untuk mengambil dokumen pencabutan kewarganegaraan putrinya.

"Jika Anda tengah berhubungan dengan putri Anda, kami sangat berterima kasih jika Anda menyampaikan surat ini," demikian pernyataan kemendagri.

Setelah surat tersebut diserahkan kepada Shamima, dia menuturkan sangat memilukan ketika membacanya, terlebih dengan keluarganya.

Baca juga: Ditanya soal Bom Bunuh Diri Manchester 2017, Begini Jawaban Shamima

"Keluarga saya membuatnya terdengar lebih mudah jika saya pulang ke Inggris daripada berusaha berbicara dengan mereka dari Baghouz," sesalnya.

Dia mengaku tidak memahami mengapa dia dicabut kewarganegaraannya. Dia membandingkan dengan anggota ISIS lain yang masih kembali ke Inggris.

"Saya tidak mengerti mengapa kasus saya berbeda dengan yang lain. Apakah karena saya berada di berita empat tahun silam?" ujarnya.

Meski begitu, keputusan pemerintah untuk mencabut kewarganegaraan Shamima mendapat dukungan dari kakak iparnya, Muhammad Rahman.

Pria 36 tahun itu menjelaskan publik Inggris seharusnya berada di belakang pemerintah. Dia berkata tugas mereka tidak mudah.

"Anda tentu tak bisa menyenangkan semua orang. Mereka yang membuat keputusan ini tentu melakukannya demi negara," tegas Rahman.

Panduan pemerintah pada 2017 menyatakan kemendagri mempunyai wewenang mencabut kewarganegaraan seseorang sepanjang "memberi pengaruh baik bagi negara".

Namun, hukum internasional dengan tegas melarang pencabutan status kewarganegaraan warganya dan dibiarkan tanpa negara.

Baca juga: Shamima Terinspirasi Gabung ISIS Setelah Menonton Video Sandera Dipenggal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.