Dituduh Trump Tempatkan Tentara untuk Lindungi Maduro, Ini Respon Kuba

Kompas.com - 20/02/2019, 14:41 WIB
Gambar yang dirilis oleh Kantor Pers Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro (baju putih) bersama Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (paling kiri), dan petinggi militer lain menghadiri latihan perang di Fort Guaicaipuro di Negara Bagian Miranda pada Minggu (10/2/2019). AFP/HO/Venezuelan PresidencyGambar yang dirilis oleh Kantor Pers Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro (baju putih) bersama Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (paling kiri), dan petinggi militer lain menghadiri latihan perang di Fort Guaicaipuro di Negara Bagian Miranda pada Minggu (10/2/2019).

HAVANA, KOMPAS.com - Pemerintah Kuba menanggapi tudingan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa mereka mengerahkan tentara ke Venezuela.

Pada Senin (18/2/2019), Trump mengklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilindungi tentara Kuba dari sebuah perusahaan swasta militer.

Baca juga: Maduro: AS Berusaha Memperbudak Venezuela

Dalam pidatonya di Miami, Trump menyebut pesawat C-17 sudah mendarat di Kolombia dengan membawa bantuan kemanusiaan bagi anak Venezuela.

Namun, Trump menuduh rezim Maduro menghalangi bantuan itu dan sengaja membiarkan rakyatnya untuk kelaparan alih-alih membantu mereka.

"Maduro bukanlah patriot Venezuela. Dia adalah boneka Kuba. Jadi kalian tidak usah mengikuti perintahnya," ujar Trump diwartakan CNN.

Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez dilansir AFP Selasa (19/2/2019) menyatakan, Havana dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Biarkan Trump menunjukkan buktinya. Pemerintah kami dengan tegas membantah fitnah yang bergulir ini melalui kalimat paling kuat," ujar Rodriguez.

Dia melanjutkan dengan menuduh justru Washington-lah yang hendak menggelar operasi militer dalam rangka menggulingkan rezim Maduro.

Rodriguez menjelaskan dia menaruh curiga karena bantuan itu terkesan didatangkan dengan paksa. Bahkan sudah ditetapkan tenggat waktunya.

"Apa kepentingan mereka. Bagaimana jadinya jika tidak menghasilkan insiden yang bisa membahayakan nyawa warga sipil?" tanya dia.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.