Ingin Pulang, Shamima Justru Berpotensi Kehilangan Kewarganegaraan Inggris

Kompas.com - 20/02/2019, 07:32 WIB
Shamima Begum ketika berusia 15 tahun sebelum meninggalkan Inggris dan bergabung dengan ISIS pada 2015. PA via BBCShamima Begum ketika berusia 15 tahun sebelum meninggalkan Inggris dan bergabung dengan ISIS pada 2015.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Remaja yang menjadi istri anggota kelompok ISIS, Shamima Begum, berpotensi kehilangaan kewarganegaraan Inggris.

Shamima yang ingin pulang kembali ke negaranya itu diketahui memiliki kewarganegaraan ganda Inggris- Bangladesh.

Pengacara keluarga dari perempuan berusia 19 tahun itu, Tasnime Akunjee, mengaku kecewa dengan perintah yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri untuk mencabut kewarganegaraan Inggris Shamima.

Baca juga: Ditanya soal Bom Bunuh Diri Manchester 2017, Begini Jawaban Shamima

"Kami sedang mempertimbangkan semua jalan hukum untuk menentang keputusan ini," katanya, seperti diwartakan Sky News, Selasa (19/2/2019).

Shamima menjadi perhatian dunia usai mengungkapkan keinginannnya kembali di Inggris. Dia meninggalkan rumahnya di London untuk menikahi anggota ISIS di Suriah saat berusia 15 tahun.

Dia juga baru saja melahirkan bayi laki-laki pada pekan ini di sebuah kamp pengungsian Suriah.

BBC melaporkan, di bawah UU Kebangsaan Inggris 1981, seseorang dapat dicabut kewarganegaraannya jika Menteri Dalam Negeri yakin bahwa hal itu akan kondusif bagi kebaikan publik.

"Dalam beberapa hari, Menteri Dalam Negeri dengan jelas menyatakan prioritasnya adalah keselamatan dan keamanan Inggris dan rakyat yang tinggal di sini," demikian pernyataan juru bicara kementerian.

Shamima melakukan perjalanan ke Suriah dengan menggunakan paspor milik saudara perempuannya. Namun, paspor tersebut akhirnya diambil ketika dia melintasi perbatasan.

Dia diyakini sebagai keturunan Bangladesh, tapi Shamima mengaku tidak memiliki paspor Bangladesh dan tidak pernah mengunjungi negara tersebut.

Sementara itu, putra Shamima yang baru dia lahirkan masih akan dianggap sebagai warga Inggris. Meski secara teori, pemerintah Inggris untuk selanjutnya dapat mencabut kewarganegaraan dari anak tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X