[POPULER INTERNASIONAL] Pendiri Huawei Angkat Bicara | Warga Inggris Klaim Disiksa di Bali

Kompas.com - 20/02/2019, 05:35 WIB
Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou setelah sidang jaminan di Pengadilan Tinggi British Columbia di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 11 Desember 2018. (AFP/CTV) Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou setelah sidang jaminan di Pengadilan Tinggi British Columbia di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 11 Desember 2018. (AFP/CTV)

KOMPAS.com - Pendiri Huawei, Reng Zhengfei, akhirnya angkat bicara usai penangkapan putrinya di Kanada atas permintaan Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Kemudian, warga Inggris bernama Auj-e-Taqaddas yang tampar petugas imigrasi Bali mengaku disiksa selama berada di penjara.

Kedua berita tersebut masuk dalam barisan berita populer dari berbagai negara sepanjang Selasa (19/2/2019) hingga Rabu (20/2/2019) pagi.

Berikut empat berita populer yang disajikan untuk mengawali hari Anda:

1. Putrinya Ditangkap atas Permintaan AS, Begini Komentar Pendiri Huawei

Pendiri Huawei biasanya jarang muncul ke media, namun kini menampakkan dirinya usai tekanan yang meningkat terkait spionase dan bujukan AS kepada negara lain untuk melarang teknologinya.

Reng Zhengfei, menilai penangkapan putrinya, Meng Wanzhou yang menjabat sebagai kepala keuangan perusahaan, bermotivasi politik.

Secara total, ada 23 tudingan yang diajukan kepada Huawei dan Meng, termasuk menyembunyikan hubungan bisnis ke Iran, yang sedang dikenai sanksi perdagangan oleh AS.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

2. Suaminya Tak Bayar Tebusan, Perempuan Ini Ditemukan Tewas Dipenggal

Seorang perempuan dilaporkan ditemukan dalam keadaan terpenggal setelah sebelumnya menjadi korban penculikan.

Susana Carrera diculik satu pekan yang lalu ketika sedang berada di rumah temannya untuk menjemput anaknya di Veracruz, Meksiko.

Penculik kemudian memenggal Carrera setelah suaminya menolak membayar tebusan sebesar 4 juta peso Meksiko atau Rp 2,9 miliar.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

3. Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Usai tampar petugas imigrasi di Bandara Ngurah Rai, Auj-e-Taqaddas harus menjalani hukuman selama enam bulan,

Dari pusat penahanan, dia mengunggah sejumlah gambar yang menunjukkan cedera pada tubuhnya akibat siksaan. Perempuan berusia 43 tahun itu mengklaim dianiaya selama berada di Bali jeruji besi.

Foto-foto yang beredar menunjukkan adanya memar pada lengan dan kakinya, usai divonis pada 6 Februari lalu.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

4. Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Eropa menanggapi dingin permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal menerima kembali warga yang ditangkap di Suriah karena bergabung ISIS.

Trump menyarankan agar sekitar 800 eks anggota ISIS itu diproses secara hukum di negara asalnya masing-masing, menyusul kekalahan yang akan segera dihadapi kelompok ekstremis itu.

Namun, Eropa menilai setiap orang yang ditangkap dan anggota keluarga mereka harus dituntut di negara tempat kejahatan itu dilakukan.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.


Terkini Lainnya


Close Ads X